Jumat, 06 September 2019

SMILE ( Studi Mengenal Islam Lebih Efektif ) 2019



SMILE merupakan salah satu program kerja dari Departemen Kaderisasi, program ini menjadikan wadah untuk melakukan traning dasar untuk Mahasiswa Baru FIS UNY 2019. SMILE sendiri bertujuan untuk mengembangkan dan memberikan pemahaman kepada mahasiswa baru muslim terkait dengan bagaimana menciptakan lingkungan baru yang baik , aktif dalam berorganisasi, dan memberikan cara untuk mengatasi problematika  yang mereka hadapi jika mereka sudah masuk ke dunia perkuliahan atau kampus. SMILE memberikan bekal kepada mahasiswa mengenai dunia perkuliahan, organisasi, tidak hanya itu dengan adanya kegiatan ini kita dapat memahami kepribadian kita apakah dapat berdampak pada organisasi atau tidak.

Menurut Syam sebagai ketua pelaksana mengatakan SMILE sendiri merupakan wadah terbaik untuk menciptakan nilai-nilai ke Islaman dalam membentuk kepribadian Mahasiswa FIS UNY tetapi juga menciptakan Mahasiswa yang aktif dan kontributif. Smile tahun ini memiliki perbedaan dari tahun yang lalu, hal itu terlihat dari koordinasi antara kadep dan staff-staff berjalan dengan baik, jumlah peserta tahun ini meningkat dua kali lipat dari tahun kemarin. SMILE tahun ini memilih lokasi di Pantai Glaga Kulonprogo, alasannya memilih lokasi di sana agar peserta tidak hanya mendapatkan materi tepai juga dapat menghargai ciptaan Allah SWT.

Tahun 2018 SMILE hanya di laksanakan satu kali tetapi pada tahun ini SMILE akan dilaksanakan dua kali yaitu sekitar bulan November 2019, tetapi dalam pelaksanaan SMILE 2 ini berbeda dengan pelaksanaan SMILE 1 hal itu di karenakan dalam pelaksanaannya di buat oleh peserta SMILE 1 hal itu di harapkan dapat memberikan wadah untuk mengembangkan kemampuan mereka dalam berorganisasi, seperti membagi waktu, menyusun agenda, dan mengenalkan proker dalam organisasi.
Seto selaku peserta SMILE mengatakan dari acara tersebut saya dapat mencari perbaikan diri, tidak hanya itu acaranya juga sangat menarik dan positif untuk mengenalkan Islam lebih baik.

Berbeda dengan Seto, peserta lain Vira menyampaikan bahwa acaranya kurang meriah hal itu dapat dilihat dari banyaknya peserta yang mengantuk ketika penyampaian materi, vira juga mengharapkan agar SMILE tahun depan acaranya lebih baik lagi dan ketika out band di tambah lagi post-post nya biar lebih asik lagi.

Syam selaku ketua pelaksana juga mengarapkan SMILE tahun depan akan di adakan lebih meriah lagi, tidak hanya itu pesertanya di harapkan dapat lebih banyak lagi, tempatnya juga berbeda. SMILE sendiri tidak hanya membentuk kader-kader tetapi kita melihat dari kuantitas tetapi kualitas hal itu di karenakan apabila Mahasiswa memiliki kualitas baik maka bisa di jadikan contoh untuk teman-teman yang lainnya di kehidupan kampus FIS.

Teruntuk kamu para penebar kebaikan untuk kamu seseorang yang sedang menyalakan api perjuangan tentu ini memang keputusan yang sulit untukmu namun percayalah bahwa langkah ini akan membuatmu tumbuh dan berkembang hingga mekar menebar kebermanfaatan, maka sambutlah sekenario indah dari Allah SWT.

Kamis, 04 April 2019

FORMASI (Forum Manajamen Syuro Islami)



Manajemen Syuro
(Mencari Keputusan Untuk Mufakat)
Oleh: Nurdiansyah Prabowo

Ketika sebelum perang Uhud, Rasullulah selalu melakukan syuro. Ketika itu, Rasulullah mendapat mimpi bahwa kaum muslim akan mendapat sambutan yang baik di Madinah, bukandi luar kota Madinah. Hikmah yang dapat diambil dari  Perang Uhud, yaitu :
a.       Musyawarah
b.       Ketaatan Prajurit kepada atasannya
Syuro itu bukan suatu forum untuk mengambil kebijakan, tapi juga tempat untuk belajar. Syuro untuk menggali hal- hal yang baik. Syuro itu hal yang penting,bukan hanya sebuah formalitas untuk mencapai hal tertentu.
Hal yang harus dilakukan ketika syuro :
a.        Hal yang pertama dalam syuro yaitu pemimpinny harus jelas. Pemimpin yang dimaksud disini tidak harus pemimpin tertinggnya tetapi tergantung dengan momennya.
b.       Diawali dengan aktivitas-aktivitas rukhiyah, untuk memastikan apakah pengurus sduah tersetuh atau sudah berhubungan dengan Allah. Misal, adanya targetan rukhiyah sebelum kegiatan, seperti tilawah, shalah dhuha, Qiyamul lail dll.
c.       Ada pemisahan yang jelas antara ikhwan dan akhwat untuk menjaga kondusifitas syuro.
d.       Prinsip mayoritas, artinya pendapat yang dipakai adalah pendapat mayoritas.
e.       Hasil syuro tidak boleh diganggu gugat.
f.        Menyiapkan konsep atau konten yang akan dibahas. Tidak tergantung pada kadep/koakh.
Syuro ini Sebagai sarana untuk merekatkan ukhuwah

Syuro menjadi wadah sebuah organisasi untuk bertukar pikiran, mencari jalan keluar, dan mengambil keputusan. Keputusan yang disahkan saat syuro menjadi keputusan yang tidak dapat diganggu gugat dan harus di taati oleh anggota departemen. Jadi, usahakan saat ada syuro kamu datang yaa, biar ide mu bisa terealisasikan, paling tidak dapat didengar oleh teman mu deh :) 

Barakallah Fiikum...

Cerita Up Grading UKMF Jm Al-Ishlah 2019



~ Our Story ~

Assalamu’alaikum Warahmatulahi Wabarakatuh

Setelah melaksanakan temu perdana anggota baru keluarga Al Ishlah yang di laksanakan tanggal 17 Februari 2019 yang di adakan di Mushola Ar-Rahman. Kini Al-Ishlah melaksanakan Up Grading yang di adakan di SDIT Baitusalam hal itu bertujuan untuk mempererat tali persaudaran dan kekeluargaan antar pengurus UKMF JM Al-Ishlah.  Kloter Pertama berangkat pada Sabtu pagi, tanggal 9 maret pukul 09.00 kemudian disusul kloter kedua berangkat pada tanggal 9 Maret 2019 sore sekitar jam 16.00 WIB berkumpul di Mushola Ar-Rahman setelah kumpul semua rombongan melakukan perjalanan menuju SDIT Baitusalam 2 sekitar satu jam menempuh perjalanan rombongan tiba di tempat tujuan dengan selamat. Kami tiba di sana sudah memasuki waktu sholat maghrib dan dilanjutkan kegiatan sholat jamaah.

Acara dimulai sekitar pukul 11.00 WIB. Acara dimulai dengan pembukaan kemudian dilanjutkan dengan tilawah sembari menunggu waktu sholat dhuhur. Setelah selesai sholat dhuhur berjamaah, peserta up grading diarahkan menuju aula SD IT Baitussallam 2 dan dilanjutkan dengan kegiatan penyampaian materi yang terbagi dua sesi hingga menjelang magrib. Selanjutnya kami berkumpul di aula SDIT Baitusalam untuk makan bersama di sana terlihat sekali rasa ke keluargaan. Hal itu di sebabkan adanya saling berbagi makanan antara peserta up grading, setelah itu kami melanjutkan dengan sholat Isya berjamaah di mushola dan kami kembali ke aula untuk mendengarkan materi yang di sampaikan oleh alumni Al-Ishlah mas Toro tentang pola mekanisme Kaderisasi, dan di lanjutkan penyampaian materi oleh mas Azi, beliau melanjutkan menyampaikan materi dari mas Toro. Penyampaian materi selesai sekitar jam 22.00 WIB.

Pada hari kedua kegiatan up grading Al-Ishlah diisi dengan kegiatan outdoor yaitu outbond yang sangat menantang. Hal itu di karnakan banyak tantangan yang tidak kami duga, mulai dari membentuk kelompok di depan masjid. Setelah selesai membentuk kelompok kami membuat yel-yel sekreatif mungkin untuk di jadikan ciri khas dari kelompok yang lain. Pada sekitar jam 10.00 kelompok pertama mulai berjalan ke pos dua untuk mendapatkan tantangan dari alumni Al-Ishlah. Di pos dua kami mendapatkan tantangan untuk menyebutkan nama-nama anggota kelompok jika tidak bisa menyebutkan atau lupa maka akan mendapatkan hukuman yang tidak berat hanya di suruh untuk meminum air putih tetapi kegiatan tersebut menambah anggota kelompok menjadi lebih mengenal dan lebih dekat dengan anggota kelompok yang satu dengan yang lainnya.

Setelah dari pos dua kami melanjutkan ke pos ke ketiga yang perjalanannya sangat berliku dan jauh. Di pos tiga kami mendapatkan tantangan untuk mebuat sesuatu dari alam yang berhubungan dengan kesiapan kita dalam melanjutkan dakwah Al-Ishlah untuk menjadi lebih baik. Tantangan yang di berikan tidak hanya sampai di situ kami harus melewati dua tantangan lagi untuk menyelesaikan tantangan yang di berikan oleh para alumni Al-Ishlah. Setelah selesai di tantangan ke tiga kami melanjutkan ke tantangan berikutnya dengan penuh percaya diri walau dengan kondisi tubuh yang lumayan melelahkan. Tibalah kami di tantangan yang ke empat yang dimana tantangan ini kami harus lebih pandai dalam melakukan strategi dan ke kompakan untuk memindahkan kelereng dari piring satu ke piring yang lainnya menggunakan sumpit, lumayan sulit sih namun dengan kerja bersama akhirnya tanntangan itu pun dapat di selesaikan.

Perjalan kami pun tidak sampai di situ saja tantangan demi tantangan sudah kami lewati, tapi masih ada tantangan yang terakhir yang membuat kami berfikir dan sedikit penasaran. Akhirnya tibalah dimana tantangan terakhir akan di mulai tantangan yang penuh misteri dan sedikit melelahkan. Tantangan ini menggabungkan dua kelompok dan mata kami ditutup menggunakan kain yang membuat kami sulit untuk melihat. Kami berjalan dengan perlahan namun pasti dengan di berikan komando kemana arah yang kami tujuh dengan penuh ketegangan kami menyisiri jalan yang berbelok. Di tantangan terakhir ini membuat kami sedikit bingung hal itu di karnakan dengan mata tertutup kami di suruh untuk melompat, jongkok, tiarap, yang membuat kami basah dan kotor. Tantangan terakhir pun telah di selesaikan dan kami harus bersiap siap dan beres-beres untuk kembali lagi ke Jogja. Namun, sebelum kembali kami mengadakan acara makan bersama dan bersih-bersih, tidak lupa foto bersama. Sedikit melelahkan sih tapi penuh makna kebersamaan dan suka ria untuk menjalin Al-Ishlah lebih erat lagi dalam membangun peradaban yang lebih baik.terutama membnagun peradaban dakwah di Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Yogyakarta.

Sampai di sini dulu acara dari Al-Ishlah, ketemu lagi di acara selanjutnya, see you next time 😊.

Wasalamualaikum Warahmatulahi Wabarakatuh.

Rabu, 13 Maret 2019

Temu Perdana UKMF Jm Al-Ishlah 2019 #KabinetPeradaban



BABAK BARU DALAM PERADABAN DAKWAH FAKULTAS ILMU SOSIAL TELAH DIMULAI

Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Hallo hallo gaess fillah
Iya buat kalian semua yang selalu berusaha dalam kebaikan
Organisasi adalah salah satu cara kita dalam mengekspresikan diri. Melalui organisasi kita mampu untuk bertumbuh, berkembang, hingga bermekaran menebar kebermanfaatan dimana saja. UKMF JM Al Ishlah adalah salah satu organisasi dakwah yang bertepat di Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Yogyakarta. Baru saja UKMF ini memulai kepengurusan baru pada tahun 2019.
Minggu, 17 Februari 2018 UKMF JM Al Ishlah 2019 telah melakukan temu perdana yang bertempat pada Mushola Ar Rahman FIS UNY dan sekitarnya. Acara ini dihadiri oleh 78 orang dari jumlah 114 pengurus. Dalam temu perdana kali ini di isi taujih special oleh Akh Naryanto Adi wakil ketua BEM UNY 2018 tantang Kebersamaan yang membawa kita dalam kebaikan. Kemudian dilanjutkan oleh games dan kumpul department untuk pengenalan lebih lanjut.
Pada dasarnya memang acara Temu Perdana kali ini kita konsep dengan tema Kekeluargaan. Harapannya adalah dalam pertemuan pertama ini para pengurus UKMF JM Al Iahlah akan merasakan kenyamanan dan rasa kebermilikan satu sama lainnya. Sehingga jumlah pengurus Al Ishlah yang tahun ini cukup besar akan membawa kualitas dan kuantitas yang baik untuk menumbuhkan para pengurus Al Ishlah 2019. Karena kembali lagi tak dapat dilupakan bahwa salah satu jargon dari Al Ishlah adalah “Tiada yang kami inginkan selain perbaikan”
Sekian artikel pertama di tahun ini. Buat kalian yang kepo dengan UKMF JM Al Ishlah jangan lupa selalu pangengin dan update terus di Media Sosial kita yaa.
UKMF JM Al Ishlah
Bersama Kita Keluarga~
(Hidhid)

Senin, 01 Oktober 2018

Resume Kajian "Niat dan Ikhlas"

Allah menyempurnakan iman kita. 

※Niat.
Ikhlasnya niat, tujuan maupun fungsinya ditunjukan pada siapa?
Pentingnya niat dalam ibadah kita:
1. Ikhlasnya niat.
2. Amal sesuai dengan tuntutan Rasul.
Jika salah satu tidak terpenuhi, maka bisa saja ibadah kita gugur. (Wallahu'alam)

Contoh ke-1: Doa dalam niat sholat, berfungsi untuk mengkondisikan hati kita. 
Selain doa niat, agar hati kita lebih mantap dan sebagai bentuk ikhtiar, kita juga bisa menambahkan doa atau membaca surah An-Nas untuk mengurangi bisikan setan.

Contoh ke-2: Niat sudah benar namun tidak sesuai dengan tuntunan rasul. Dalam beribadah semua perkara baru haram dan hanya perintah.

Dengan ikhlasnya niat, semua amal ibadah yang kita kerjakan maka haruslah berlandaskan pada Allah. Murnikan niat yang kita inginkan. Apabila kita berhijrah karena Allah dan Rasulnya, maka yang ia dapatkan ialah ridho Allah dan Rosulnya. Namun jika ia hijrah karena hal lain, maka yang ia dapatkan adalah tanpa adanya ridho Allah SWT.

※Ikhlas. 
Imam Abdul Hamid Al Ghozali: Ikhlas adalah apa yang kita kerjakan atau lakukan suci dan bersih dari perkara-perkara yang sifatnya duniawi.
Ridho, menerima apa yang Allah takdirkan kepada kita dengan berlapang dada.
Syekh. Ketika seorang manusia meniatkan jihadnya karena Allah SWT dan hanya mengharap ridho Allah, tanpa bercampur urusan duniawi.

Letaknya niat ada didalam hati. Niat bukan hanya terucap, namun juga harus dari hati. 

Tanda ketika ikhlas telah berada dalam diri kita:
1. Seseorang yang khawatir karena amal ibadah yang dilakukan menjadi terkenal dan dipuji-puji.
2. Seseorang yang menuduh dirinya serba kurang.
3. Seseorang yang melakukan ibadah secara sembunyi dan tidak suka diketahui orang lain. 
4. Seseorang yang amalnya saat menjadi pemimpin maupun anggota tidak berbeda.
5. Seseorang yang meniatkan ibadahnya pada Allah. Ia tidak akan menggubris pujian atau cacian. Seseorang yang tidak mengungkit amal ibadahnya.
6. Kecintaan dan kemarahannya karena Allah SWT.
7. Orang yang istiqomah dalam menjalankan amalan.


Upaya yang bisa kita lalui:
1. Kita memohon perlindungan pada Allah SWT, agar niat yang kita lakukan menjadi lurus.
2. Perbanyak bersyukur pada Allah SWT. Contohnya lurus dan tegaknya hati kita, sehingga kita dapat merasakan nikmatnya iman.
3. Senantiasa mengevaluasi diri kita sendiri.

Kesimpulan:
Agar segala apa yang kita lakukan diterima oleh Allah SWT, maka kita harus meluruskan niat kita yang hanya tertuju kepada Allah SWT.

Jumat, 18 Mei 2018

Resume NGOPI "Ramadhan, Mau Ngapain?"


*Resume Ngopi*
Jumat, 18 Mei 2018
Pembicara Ukhti Hasya Marini

Oleh : Levi Aryani

Sahabat - sahabat Rasulullah dahulu mempersiapkan Ramadhan yakni 6 bulan sebelum dan sesudah Ramadhan
Maksudnya, 6 bulan sebelum itu melatih amalan2 untuk dilombakan di bulan Ramadhan, 6 bulan setelah mempertahankan amalan2 yg dilombakan di bulan Ramadhan.
Amalan umat terbaik yaitu Rasulullah, ketika kita dalam bulan Ramadhan maka perlu melihat dan mencontoh Rasulullah. 
Di bulan Ramadhan ini banyak yang kemudian berubah...
Kita tetap punya harapan untuk acuan kedepannya hidup lebih baik. 
Kita tidak boleh melupakan bahwa perjuangan Rasulullah sangat luar biasa..
Manusia makhluk yang spesial.. 
Puasa wajib untuk laki2 maupun perempuan.
Kita diwajibkan berpuasa supaya kita mendapatkan derajat yg taqwa.
Tetapi perempuan spesial, ada waktu2 yang tidak diperbolehkan untuk berpuasa. 
Allah memerintahkan manusia untuk melaksanakan apa yang diperintahkan  dan menghindari apa yg di larang. 
Rukun Islam : "Puasa" 
Puasa perintah Allah,  tetapi ketika Allah memerintahkan agar tidak berpuasa ketika haid.  Berarti kita juga sedang beribadah. 
Ketika sedang haid,  kita merasa sedih tidak bisa melakukan rutinitas beribadah, berarti masih ada iman di hati kita. 

Dengan haid merupakan anugerah yang Allah berikan melalui rahim kita untuk melahirkan anak2 sholih sholihah.

Ketika kita sedang haid kita mau ngapain? 
Ketika kita sudah bersiap untuk mempersiapkan Ramadhan,  maka kita harus mempersiapkan hati juga. 

Allah membuka pintu2 surga, setan2 dibelenggu.
Artinya Allah membuka lebar semua pintu2 amal, memberikan kesempatan kepada manusia untuk beribadah lebih dengan pahala yang dilibatkan,  membuka pintu2 amalan yang memberi kesempatan kita agar kita mencapainya. 
Kita sendiri tidak tau amalan2 apa yang diterima oleh Allah, untuk itu kita perlu memiliki amalan2 unggulan yang ketika kita melaksanakan maka kita akan melakukan. 
Tujuan kita ke Allah. 

Ketika kita haid kita bisa melakukan hal2 yang kreatif.
Kita bisa mendapatkan pahala sama seperti berpuasa ketika sedang haid, yakni dengan memberi makan berbuka puasa.

Orientasi ke pahala, ke Allah. 
Bisa memberikan makan untuk orang yang berpuasa.
Kalo kita menyiapkan buka puasa untuk orang yang berpuasa maka pahala nya bisa untuk dirinya.

Bisa juga menyiapkan sahur,  merapikan aktivitas sejak pagi. 
Kalo pagi udah beres,  maka semua akan teratur.
Kuncinya pagi hari, 
Ketika yg lain subuh, maka kita bisa berzikir dan bersholawat. 
Bisa juga ketika dalam perjalanan bersholawat dan berzikir. 
Meskipun kita hanya memiliki satu hafalan,  ketika diulang2 tidak papa dalam satu perjalanan penuh.
Sebenarnya yang membesakan hanya pada kegiatan atau ibadah yang sifatnya langsung ke Allah contohnya sholat dan puasa. 

Amalan2nya seperti kita biasanya, tetapi harus lebih kita kreatifkan supaya kita tetap produktif ketika kita sedang haid.

Ramdahan tahun sekarang dan kemarin ada yg berubah nggak, kalo belum maka tahun ini kita harus berazam tahun ini. 
Misalnya tahun kemarin aku tidur setelah subuh,  maka tahun ini aku harus bangun, dan lain-lain.
Ketika sedang haid:
1. Kita boleh sedih,  tapi jangan over. 
2. Kemudian amalan2 yang tilawah,  maka kita bisa mengganti atau mencukupan atau ketika kita tidak haid.

Pertanyaan:
1. Ketika sedang haid, apakah kita boleh berwudhu dan berzikir? 
Ketika haid boleh wudhu sama zikir. Tetapi setelah wudhu jangan sholat.

2. Ketika haid tapi pas malam lailatul qodr. 
Bagaimana kita menyikapinya? 
Wallahu'alam
Berusaha untuk khusyuk pada malam-malam itu.. 
Jadi dari awal untuk mendapatkan malam lailatul qodr,  maka ketika haid terus bersholawat,  berzikir,  berdoa. 
Jangan menyentuh mushafnya. 

Perempuan boleh iktikaf maka boleh asalkan safety.
Yang diharapkan kita akan mempertahankan amalan Ramadhan.

3. Ketika melihat makanan,  kita bilang makanan itu enak,  maka itu pahala berkurang atau tidak? 
Puasa itu menahan dari hawa nafsu tidak hanya makan dan minum tetapi telinga, mata, tangan, kaki, semuanya dijaga dari syahwat.
Ya Wallahua'alam ketika kita berpuasa,  harapannya kita juga mampu menahan pandangan kita dan tidak menuruti syahwat kita.

Jumat, 04 Mei 2018

Resume NGOPI "Puasa"

NGOBROL KEPUTRIAN

“Assalamualaikum teman-teman muslimah, kembali lagi dengan Ngobrol Keputrian”

Hari Jum’at, tanggal 4 Mei 2018 telah dilaksanakan kembali ngobrol keputrian (ngopi). Ngopi ini dilaksanakan di Musholah Ar-Rahman FIS UNY yang dimulai pukul 11.30. Pemateri pada ngopi kali ini diisi oleh Enterpreneur muda yaitu Ukhti Arifah Bintang Hidayah, S.Pd. yang merupakan Mapres FT UNY 2014. Peserta yang mengikuti ngopi  berjumlah 30 orang.

Materi pada ngopi kali ini membahas mengenai “Yang Perlu Kamu Tau tentang Puasa”. Memasuki bulan Ramadhan yang tinggal menghitung hari:
Apa persiapan yang dilakukan oleh para umat Muslim dalam menyambut bulan yang penuh dengan kemuliaan tersebut?
Pastinya pula terdapat pencapaian apa yang ingin dicapai para umat Muslim, yang mana dalam kesuksesan pencapaian tersebut langsung dipengaruhi dan datang dari keinginan diri sendiri.
Kemudian dalam pembahasan ini juga, para peserta ngopi mendapatkan tambahan ilmu mengenai apa saja yang dapat mengurangi pahala di bulan Ramadhan, yang diantaranya yaitu berbohong dengan disengaja, marah, melihat lawan jenis dengan keinginan menyenangkan, mencuri, menggunjing (ghibah), bersumpah palsu, mengadu domba orang lain, dan berkumur-kumur dengan berlebihan, serta mencicipi makanan.

Laman