Senin, 20 Mei 2013

Obrolan Jurnalistik Motivasi Menulis Media UKMF Jm Al-Ishlah FIS UNY



“Mahasiswa adalah Agent Of Change, ia adalah penerus yang memegang kendali kapal dengan nama indonesi. Warga yang baik akan ikut berperan aktif dalam membangun negeri ini. Kita, mahasiswa bisa memulainya melalui mengirimkan tulisan dimedia massa. Ayo, menulis, menulis dan menulis”.
Begitulah moderator setiawan (20 th) mahasiswa PKnH FIS UNY mengakhiri acara Obrolan Jurnalistik sesi pertama yang mengusung tema; MOTIVASI MENULIS, Aku Jadi Kolomnis Hebat. Pada 16 mei 2013 di ruang Ki Hajar Dewantara FIS UNY.
Agenda obrolan jurnalistik yang diinisiasi oleh teman-teman departemen media UKMF JM Al-ishlah. Mengundang teman-teman Ormawa FIS UNY dan SKI-UKKI yang tergabung dalam FSLDKM serta FSLDK ISIP wilayah Jogja. Menurut ketua panitia, Nurhidayat (19 th) Mahasiswa P. Sosiologi, acara tersebut dihadiri oleh lebih dari 50 orang. “kami ingin acara ini menjadi motivasi tersendiri bagi peserta dalam menulis yang berasakan semangat manfaat, seperti apa yang dipesankan pembicara” tambahnya.
Vivit Nur Arista, Aktivis Pustaka Pendidikan dan Penulis 150 artikel di media massa, sebagai pemateri dalam acara tersebut menyarakkan agar membuat targetan-targetan deadline. Hal tersebut guna menjaga semangat menulis, karena menulis untuk bisa bermanfaat kepada orang lain.
Ketika sesi Tanya jawab, pembicara ditanya tentang awal mula bisa menulis hingga berhasil menuliskan 150 karya dimedia massa, Vivit bercerita, 3 tahun yang lalu saya kirim SMS sama ibu agar tidak lagi mengirimkan uang kepada saya, karena saya bisa cari uang sendiri lewat menulis. Menurutnya cara tersebut cukup ekstrim dan membawa kita kepada niatan yang kurang baik. Namun beriringan dengan berjlannya waktu kita ishlah niat, niatkan untuk memperoleh pahala dari manfaat tulisan kita kepada orang lain.
Moderator menutup obrolan sesi satu, dilanjutkan sholat asyar dan masuk lagi pukul 16.00 WIB dengan tema obrolan ; KAPITALISME dan IDEOLOGI MEDIA bersama bang ridlwan wartawan dari Jawa Post.

Senin, 06 Mei 2013

AS Siap Kirim Pasukan untuk Memerdekakan Papua

itoday - Asing akan tetap melibatkan diri dengan urusan Papua. Itulah yang menjadi perhatian Hariyadi Wirawan ketika diwawancarai itoday, Senin (20/2).

“Asing terlibat karena persoalan Papua tidak pernah selesai,” tutur pengamat hubungan internasional Universitas Indonesia ini.

Menurutnya, apa yang terjadi di Papua sekarang, jelas mengikuti skenario kemerdekaan Kosovo, yang berhasil memerdekakan dirinya dengan bantuan lembaga internasional. Hal ini terlihat dengan didaftarkannya kemerdekaan Papua Barat ke Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) minggu lalu.

“Jika asing melihat masalah Papua sebagai sebuah isu internasional yang hangat, dan menganggap Indonesia tidak peduli. Maka kesempatan Papua untuk merdeka akan semakin besar,” jelasnya.

Hariyadi mengingatkan, keberadaan AS di Darwin, Australia, walau sebenarnya adalah untuk membendung Cina, tetapi jika masalah Papua semakin memanas, dan memperoleh pengakuan lembaga internasional sebagai sebuah negara merdeka, maka pangkalan AS di Darwin akan menjadi pangkalan yang bersifat multifungsi.

“AS akan mengerahkan pasukannya di Darwin guna melindungi Papua, jika Indonesia nantinya menolak kemerdekaan Papua yang disahkan PBB secara sepihak,” kata Hariyadi.

Apa yang dikatakan Hariyadi mengenai ancaman pangkalan AS di Darwin memang tidak bisa dianggap enteng. Sebab posisi Darwin sangat untuk mendukung posisi AS di ASEAN dan Laut Cina Selatan, atas Cina dan Rusia.

Tidak hanya itu, posisi Darwin juga memudahkan AS untuk mengirimkan pasukannya dengan menggunakan kapal selam dan kapal induk, ke berbagai belahan dunia, khususnya Asia Pasifik.

Bagi Hariyadi, alasan mengapa masalah Papua tidak pernah selesai, karena pemerintah selalu menggunakan cara represif dengan menggunakan kekuatan bersenjata. Sedangkan cara pendekatan lainnya kurang maksimal, sebab tim yang dibentuk selalu saja tidak bekerja dengan semestinya.*


Read more about Darwin by www.itoday.co.id

Laman