Senin, 26 Januari 2015

Apa Arti Ukhuwah?



Apa arti ukhuwah?
Sebuah kata manis dalam perjalanan aktifis dakwah
Ikatan yang mengatasnamakan persaudaraan dalam agama
Jalinan hati dan jiwa yang berpadu dalam naungan cintaNya

Akan tetapi benarkah ukhuwah kita telah menumbuhkan cinta karenaNya?
Atau malah baru manis terucap namun gersang di hati dan justru melukai?
Benar kata Ustadz Sallim A. Fillah, bahwa ukhuwah tak perlu dirisaukan
Sungguh memang tak perlu!

Sayangnya, lembaga dakwah ini bukan kumpulan malaikat
Akuilah kita manusia biasa yang baru belajar menyempurnakan cinta
Ego, rasa sentimen masih menjadi penyakit lazim di pundak punggawanya
Tak terkecuali aku, mungkin pula dia dan mereka

Adakalanya banyak hak saudara kita yang tak tertunaikan
Tanpa sadar kesibukan diri menumbuhkan rasa tidak peduli
Meski urung ingin berbuat demikian, realita mengungkap fakta pembenaran
Tak ayal teori ukhuwah di setiap kajian pun surut terlupakan

Kita sama-sama tahu apa yang Baginda Rasul ajarkan
Menjadi hamba-hamba Allah yang bersaudara
Seharusnya, tetapi sayangnya isi hati itu misteri
Prasangka tak bisa berdiri sendiri tanpa ada saling menasihati

Ketika hati di titik futur, ukhuwah bisa saja meluntur
Sadarilah bahwa saudaramu tak selamanya bisa berbaik sangka
Bahkan hanya untuk menanamkan rasa percaya
Apalagi cinta

Saat itu mengapa kau tak tergerak untuk menyapa, menasihati, menegurnya
Mungkin ia haus siraman rohani dan butuh uluran tanganmu tanpa kau tahu
karena menyimpan luka seorang diri itu menyakitkan
Apalagi berjarak dengan saudara itu lebih sakit daripada rasa dendam terhadap musuh

Ukhuwah tak pernah pilih kasih, kan?  karena yang kupelajari dari Sang Rasul
Bahwa beliau selalu membuat setiap orang yang disisinya merasa istimewa, siapapun!
Tak pernah ada yang merasa terasingkan, diabaikan atau tidak dihargai
Bahkan untuk seorang Julaibib, yang keberadaannya di kalangan sahabat Nabi antara ada dan tiada
Rasulullah menegaskan bahwa Julaibib adalah bagian dari dirinya

Maka, ya ukhti akhi...
ambilah kesempatan untuk perbaikan selagi ada, selagi mampu
Rengkuh saudaramu, saling menjaga dan menasihati dalam kebaikan
Dalam dekapan ukhuwah, nilai saudara seiman itu mahal harganya
Dan kita selalu merindu untuk merasakan nikmat persaudaraan.



Kalasan, 26 Januari 2015
Masih BELAJAR merajut ukhuwah.
Yang ingin menggapai Surga bersamamu,
Hanifah Khoiriyyah Huda


Selasa, 25 Maret 2014

Senyum Semangat dari Kampus Sebelas Maret

           Sabtu 15 Maret 2014, JM Al-Ishlah mengadakan kunjungan ke Lembaga Kegiatan Islam Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (LKI FISIP) Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta. Dalam kunjungannya tersebut, JM Al-Ishlah mengadakan kegiatan saling berbagi informasi seputar keorganisasian dengan LKI FISIP UNS. Dengan adanya kegiatan ini, wawasan para anggota mengenai keorganisasian menjadi bertambah.
Insan Prasetya Jati dalam kajian yang disampaikan dalam forum ini menyampaikan bahwa dalam suatu organisasi, hal yang terpenting dilakukan adalah, mengimplementasikan kesamaan visi-misi diantara anggota-anggotanya. Artinya, sangatlah penting mempunyai kesamaan visi-misi dalam suatu organisasi. Pada umumnya, suatu organisasi hanya mementingkan bagaimana membuat program yang sama dengan sebelumnya, akan tetapi tanpa disadari, visi-misinya berbeda. Nah, dengan forum ini, para peserta disadarkan bahwa meskipun program yang dibuat berbeda, tapi kesamaan visi-misilah yang terpenting.
Bukan hanya itu saja yang menjadi pokok kajian dalam forum tersebut. Hal terpenting yang dikehendaki dalam acara tersebut adalah menanamkan karakter yang kuat dalam diri para anggota agar menjadi pribadi yang berjiwa sosial dengan mengutamakan kepentingan bersama. Tema utama yang diangkat adalah Amal Jama’i. Berdasarkan istilah Amal Jama’i berarti mengerjakan amal/pekerjaan bersama-sama.
Dalam kajian yang disampaikan, para peserta dibekali berbagai ilmu tentang ‘amal jama’i’. Sehingga para peserta mengetahui arti kebersamaan dan mengetahui arti pentingnya melakukan amal/pekerjaan secara bersama-sama serta mengingat para khalifah yang memberikan inspirasi bagi generasi masa depan.
“Belajarlah sebelum kalian memimpin, karena jika kalian sudah menjadi pemimpin, sudah tidak ada lagi jalan lagi untuk itu” (Umar ibn Khattab).
“Kebaikan yang tidak terorganisir akan dikalahkan oleh keburukan yang terorganisir” (Ali ibn Abi Thalib). (‘Ilm Naafi)

Jumat, 12 Juli 2013

Rector Tarawih Hari Pertama D Kampus

             UNY, 10 juli 2013 hari rabu ba’da isya suasana masjid mujahidin dipenuhi kaum muslimin baik muda maupun tua. Para jamaahsudah berkumpul sejak adzan isya dikumandangkan. Ba’da shalat Bapak Rector menyampaikan nasehatnya sekaligus membuka agenda “GERAK” Gema Ramadhan Di Kampus.  Gerak sebuah nama yang sangat mobile. Mudah mudahan menjadi ispirasi untuk menjadikan ramadhan dikampus yang produktif.  Panitia merancang dengan sanga baik, kemarin diawali dengan pawai sambut ramadhan dan seterusnya.  Meski teman-teman yang ada dikampus sedikit mudah-mudahan ini bisa dimanfaatkan oleh teman-teman yang ikut program Semester pendek, dan menjadi ramadhan yang berkah.  
               Sebelum membuka rangkaian acara “GERAK” Prof. Rohmat Wahab, M.A berbagi sukses hidupp dunia akhirat. Sukses studi tepat waktu dan bahagia di akhirat.  “Jangan sombong” ucap beliau, “bukankah kita hanyalah hamba yang diperintah kan unntuk beribadah”. kemudian beliau juga berpesan  hendaklah teman-teman mahasiswa muslim selalu dekat dengan masjid . bersabar ketika diuji bersyukur ketika mendapatkan nikmat. Hati tawadhu ketika berada diatas jabatan. Dan bekerja sungguh melaksanakannya.
         Selesai berbagi nasihat bapak Rector melajutkan sholat tarawih berjamaah dengan imam zikri mahasiswa FIP angkatan 2010. Sholat dipandu oleh bilal saudara didik berjlaan sangat hikmat, sepertinya jamaah sangat khusyuk menyimak setiap lantunan ayat yang dibacakan imam.

Rabu, 03 Juli 2013

Kancil meminta timun.

         Pada suatu waktu di dalam sebuah hutan pinggiran kota, hiduplah seekor kancil yang masih dilindungi oleh al-hayyu untuk hidup. Suatu hari sang kancil sangat lapar, dia berusaha mencari makanan di hutan, namun ia tidak mendapatkannya.
sehingga ia sampai pada tepi hutan, dia melihat manusia sedang memanen timun. Perutnya terasa lapar melihat timun segar yang dipanen pak tani. Diapun mencari akal untuk bisa mendapatkan timun terebut.
Akhirnya sikancil yang cerdas mendapatkan cara,
bagaimana caranya?,
Caranya adalah Kancil menari di depan pak tani yang sedang istirahat dari memetik timun.
Kancil tidak mau mencuri, karena kata kakak di tutorial PAI, mencuri itu tidak jujur.
Karena pak tani terhibur dengan tarian si kancil, kancilpun diberi hadiah timun oleh pak tani. Kancil merasa sangat senang bisa membantu pak tani dan perutnya pun kenyang.

Akhirnya kancil kembali kehutan pinggiran kota, seraya bersukur kepada tuhan penciptanya
Keesokan harinya kancil kembali ke kebun timun pak tani,
Ternyata timun pak tani dirusak sama babi, pak tani sedih. Kancil merasa kasihan. Ia pun menari-nari didepan pak tani. Pak tani senang, pak tanipun tertawa.
Kancil senang bisa melihat pak tani tertawa dan bisa menghibur pak tani. Ia pulang ke hutan.
Dan...
Kancil pulang dengan bahagia

Laman