Minggu, 18 Maret 2012

KEMBALI

Sedarlah dari dulu sampai sekarang
Sedarlah ‘kan lambaian tangan Tuhan
Titik masa mencapai habis Titik usia mencapai mati
Kumerenung tentang orang jahanam
Kumerenung tentang orang berlarian kian tak tergambarkan
Tangan ku adalah tangan orang tak berada
Tangan ku adalah tangan orang tak punya daya upaya
Jangan murung kawan, jangan bersedih hati
Karena hidup ini panjang bila kau nikmati
Karena hidup ini indah bila kau hayati
Karena hidup ini berarti bila kau mengerti
Jangan melangkah di jalan manusia yang tak bernafsu hidup
Dinding pemisah itu telah membatasi kehidupan mimpi ini
Ia tersenyum bukan bermuka kecut
Menunggu di atas jembatan persinggahan
Mengantarkan jiwa kembali ke dunia nyata
Mendampingi kita dalam perjalanan panjang menuju akhir
Dia lah teman mengobrol paling asyik dalam kegelapan
Bersiap sedia menanyakan kita,
Bekal apa yang kau persiapkan?
Apakah bekalmu cukup bahkan berlebih?
Darimana kau mendapatkan bekal itu?
Kerinduan mendalam pada Kekasih
Tak sabar hati untuk bertemu
Dan kepada Dialah tempat kembali.
 

Oleh: Tubagus Umar Syarif Hadi Wibowo

Belajar Bersih dari Kekotoran Taman Pancasila

Assalamu’alaikum wr.wb
“Diriwayatkan dari Sa’ad bin Abi Waqas dari bapaknya, dari Rasulullah saw. : Sesungguhnya Allah SWT itu suci yang menyukai hal-hal yang suci, Dia Maha Bersih yang menyukai kebersihan, Dia Mahamulia yang menyukai kemuliaan, Dia Maha Indah yang menyukai keindahan, karena itu bersihkanlah tempat-tempatmu” (HR. Tirmizi)”
Sepotong hadist diatas patut menjadi bahan renungan bagi kita jika melihat keadaan lingkungan disekitar, utamanya di kampus. Jika melihat lingkungan kampus apalagi Taman Pancasila (tampan) sangat ironis dan miris sekali. Bagaimana tidak,  jika timbunan sampah (sedikit lebay) berserakan di tempat yang katanya paling nyaman di FIS. Ada banyak kemungkinan kenapa Tampan menjadi seperti itu, salah satunya mungkin banyak mahasiswa yang belum sadar untuk buang sampah pada tempatnya. Kesadaran untuk buang sampah pada tempatnya  juga memiliki banyak kemungkinan, bisa aja karena “males” tempat sampahnya jauh dari jangkauan atau bisa aja karena memang hobinya seperti itu.
Nah lo, gimana kalau seperti itu? Gimana jadinya kalau suatu saat nanti ada Presiden entah dari negara mana, berkunjung ke kampus kita. Wah, masa mahasiswa UNY yang cantik dan ganteng serta katanya religius pula, tapi kampusnya penuh sampah dimana-mana. Malu kan, ngaku beriman tapi masih buang sampah sembarangan. Anak SD saja buang sampah ditempatnya masa kakaknya kalah. Anak kecil mungkin masih ingat  pesan bahwa, “kebersihan adalah sebagian dari iman”. Tapi untuk sekarang, mungkin hanya di anggap jargon tanpa bobot saja alias ‘pepesan kosong’.
Kembali ke permasalahan, mungkin juga karena fakor tempat sampah yang sulit diakses disekitar Tampan, kita tahu sendiri di Tampan memang jarang dijumpai tempat sampah. Untuk itu pihak kampus harusnya menyadari hal itu, sehingga bisa memberi fasilitas kecil sebuah tempat sampah. Meski kecil, tapi manfaatnya begitu besar. Subhanallah. .
Untuk mahasiswanya sendiri, kesadaran itu harus dipupuk dari sekarang lho. Kebersihan lingkungan kita merupakan cerminan  diri kita sendiri, untuk itu perlu dijaga. Jangan sampai kita hanya mengandalkan office boy atau tukang sampah semata, karena itu berarti kita hanya akan membebani mereka. Setidaknya dengan kesadaran membuang sampah pada tempatnya, kita akan sedikit membantu meringankan beban mereka serta mendapat pahala lho..  Ingat, Allah melalui dua malaikatnya, mencatat setiap apa yang kita lakukan. Sekecil dan sebesar apapun yang kita lakukan pasti akan dicatat, alangkah lebih baik jika kita melakukan perbuatan yang baik. Lagipula untungnya selain untuk orang lain juga untuk diri sendiri kan.
Semangat ya, semangat buang sampah mulai sekarang! !

Oleh: Melina Indah K

Sabtu, 17 Maret 2012

Makna Lambang UKMF JM Al-Ishlah


Senin, 12 Maret 2012

Terlupakan

Oleh Fitria Widaswari
Dengan semangat, kegiatan kita akan lebih bernilai lebih…
Dengan niat, langkah kita pun jelas…
Dengan visi yang kuat, mau dibawa kemana diripun terarah...
Dengan manajemen waktu yang baik, segala capaian jadi efisien…
dan dengan berjama’ah, ada banyak mimpi yang mudah terealisasi…
Tapi taukah engkah Saudariku?...
satu hal yang tak boleh engkau lalaikan,
satu hal yang terkadang terlupa dan dianggap biasa,
padahal tanpanya tiadalah gerak kita, tiadalah konstribusi kita…
Satu hal bernama “Kesehatan”, terabaikan, terlalaikan….
Pernah suatu ketika saya ditanya seorang Sahabat
“Anti sudah makan?”
Dengan entengnya saya menjawab,  
“Oh belum, gapapa, gampang itumah ukh…”
Ia tersenyum garing padaku…. Ku balas, dengan senyum termanis… *n_n*
Karna itu, ada motivasi untuk cari tau makna dibalik senyum sang teman,
Tentang ‘apa yang salah dengan jawabanku’…
#jazakillah untuk mu ukh, karna mu bertambah imanku…

Super sekali,
ketika teman-teman samping kanan kiri kita yang suka mengingatkan ketika belum makan,
#apalagi kalau plus ditraktir ya, ngarep :D Suatu hal yang biasa terdengar, sudah makan belum?..
seperti kasus saya diatas,
tak terlintas sedikitpun tentang pentingnya memenuhi hak tubuh…
Sungguh tubuh kita punya hak akan kebutuhan asupan…

Saya mengerti engkau adalah orang sibuk atau tersibukkan atau bahkan menyibukkan diri…
Ada yang masih mengeyam pendidikan sekolah menengah dan sibuk dengan ujian nasional yang sebentar lagi atau tugas kejar materi…
Ada yang kuliah, sibuk dengan seabrek tugas-tugas kuliah, sibuk dengan amanah keorganisasian yang dipegang,
sibuk dengan keuangan yang menipis, sibuk akan putar otak menyelesaikan masalah demi masalah…
Atau yang sudah bekerja,
sibuk memikirkan bagi waktu antara kerja dan lainnya…
Sampai yang sibuk dengan smsan, online, fban, BBMan, ngetwit-ngetwit…
atau sibuk caling-calingan berjam-jam dengan seorang spesial disebrang sana yang ‘dipertanyakan’…
Luar biasa ya kesibukkan masing-masing...?
Tapi tentu, semoga kesemua Saudari terkasih ini kesibukkannya adalah kesibukkan yang bergizi:D

Mungkin jelas, jika dalam konteks memberdayagunakan tenaga fisik, jelas butuh dukungan asupan tubuh….
Tapi yang lebih terporsir adalah otakmu,
dia berfikir terus menerus termasuk disaat tidur…
Maka kesimpulan nya jelas bahwa tubuh sungguh butuh asupan untuk mendukung kerja fisik mu dan kerja otakmu…

Itulah sebabnya, satu hal biasa, tapi ternyata luar biasa pengaruhnya…
Berada diatas segala tujuan utama…
Jika dengan niat,
dengan amal jamaah,
dengan visi yang besar,
dengan gerak yang jelas,
maka kau tetap bisa berbondong-bondong kepada titik sukses itu,
tapi jika tanpa sehat,
segala bentuk apapun itu tujuanmu,
tak kan pernah ada real,
bergerak melakukan sesuatu pun sulit jika kau sakit teman,lalu bagaimana capaian visi mu?...
Jangan ada kata down menapaki ‘jalan ini’…

Bahaya sekali tho,
yuuk sama-sama menyadarkan diri sendiri,
hatimu dibangunkan,
dicerna ibroh dari yang tersampaikan,
akan pentingnya menjaga kesehatan….
Mari bangun kesadaran,
suatu yang kecil bisa berdampak besar… yuuuhuuu….^^


#Spesial keluarga baru ku, ukhwahfillah UKMF JM Al-Ishlah…
Visi misi yang mulia akan mati jika engkau memporsir diri hingga lelah tubuh kurang istirahat,
lupa makan, hingga kepikiran…
Engkau asset termahal dalam harokah ini…
Pegang amanah,
penuhi hak tubuh kita, dakwah ini harus tetap berselancar keseluruh objeknya,
dakwah bil qalom salah satu nya…#


“Sudah, Makan Dulu Saaana….!!” #pake ekspresi iklan….

Salam SEHAT !! ^^

Laman