Minggu, 02 Agustus 2015

Jaringan


Jaringan adalah kunci kesuksesan suatu organisasi dalam menjaga eksistensi. Ibarat kemerdekaan sebuah negara yang membutuhkan pengakuan kedaulatan dari negara lain, begitu pula dengan organisasi. So, tugas jaringan adalah menjalin komunikasi dengan organisasi lain. Karena dari setiap kunjungan ke Hima prodi yang ada di FIS, UKM lain, silaturahmi ke dosen atau pejabat dekanat, silaturahmi ke LDK universitas lain, akan ada banyak manfaat yang didapat. Manfaat tersebut diantaranya akan semakin memperbanyak relasi, informasi dan tentu saja pembelajaran. Jaringan juga berperan aktif pula dalam forum FSLDK ISIP.
Siapa aja nih ya mujahid-mujahidah yang hobi safar di jamaish sekarang?
check this out...

1.      Kadept & FSLDK: Danang Pradana  (P.Sosiologi/2013)
2.      Koakh                   : Nunik Novery     (Ilmu Sejarah/ 2013)
3.      Staff Ahli        :
a.       Farizal Farliandi P.                        (Ilmu Sejarah/ 2014)
b.      Cholid Nasrullah                           (P.Sosiologi/ 2014)
c.       Lailatul Hikmah                            (PKnH/ 2014)
d.      Elga Safitri                                    (PKnH/ 2014)
e.       Chesa Syaqira Makmur                 (PKnH/ 2014)
f.       Anisa Eka Pratiwi                         (PKnH/ 2014)

Kamis, 09 April 2015

COME JOIN US.. DISKUSI ORMAWA OLEH UKMF JAMAISH 2015


TENTANG CITA-CITAMU? PEDE AJA LAGI..



Tentang cita-citamu?.
Pede aja lagi..
* yusuf malik salim


Pagi itu adalah pagi dari salah satu pagi musim kemarau tahun ini. Rumput-rumput sudah berwarna coklat lembut menanti tetsan hujan untuk kembali hijau dengan izin Alloh. Teman-temanku sudah beraktivitas sejak pukul 03.30 dini hari waktu bukit mangunan. Mereka sahalat malam berjamaah ditutup witir, dilanjutkan tilawah alquran sampai waktu subuh tiba. Setelah subuh ditemani zikir alma’sturat kami berjalan menuju puncak bukit. Berlari kami ditemani pohon-pohon endemic yang berguguran daunnya. Sesampainya dipuncak adalah saatnya kami menggembalakan pandangan (ben gak liar cah), menikmati jauh di bawah sana menghampar perpaduan apik lekukan sungai tebing yang bidang, lumut hijau yang manja dibelai aliran air jernih membuat sungai tampak cantik, padang rumput kering coklat di sepanjang tebing tampak serasi berpadu dengan warna hitam bebatuan lava beku yang mengkilap kalem. Saya ingin kembali ke sini ketika musim hujan datang, tentu bersama kalian yang belum pernah kesana dan kalian ingin kembali lagi kesana disaat musim kemaru sudah tiba. ya, destinasi yang saya ceritakan ini kebun buah mangunan, imogiri, bantul.

Di bukit itu lagi-lagi kami secara alamiah bercerita tentang cita-cita. Layaknya pagi-pagi kami yang lain, penuh dengan cita-cita. Sebenarnya ingin sehari saja kami tidak memikirkan cita-cita. Namun keberadaan kami seperti sudah diseting untuk selalu dalam pembicaraan yang mnyenagkan itu. Membicarakan cita-cita. Contoh kecilnya adalah ingin sekali saya kembali kebukit mangunang bersama kalian untuk  menggembalakan pandangan menikmati lukisan Allah yang super keren tersebut.

Ujuk-ujuk cerita tapi belum kenalan, kenalan dulu ya?. Yang nulis ini namanya Yusuf Malik di kampong halaman dipanggin Cholis. He he. (Yang nak protes payo ke makartijaya). Staff media UKMF Jm Al Ishlah (jamaish) tahun 2011-2012. Kami yang saya maksud dari tadi adalah teman-teman jamaish. Saya sama dengan yang lainnya secara pribadi mendapat amanah dari orang tua untuk berbaik hati kepada mereka. Berangkat ke kampus berbekal informasi seadanya, meraba-raba kemudian berusaha memahami dunia kampus yang ideal. Dari sanalah kami menyebut kampus itu seperti apa yang kami raba.

Pergi ke bukit ngelanggran adalah salah satu agenda yang kami warisi secara turun temurun. Entah muslihat apa yang  direncanakan para senior tentang kami. Sehingga dimanapun kami pergi selalu keluar ide untuk diceritakan sesama teman penggemar cita-cita. Senior kami bilang, “kalian adalah satu kelompok yang strategis buat membicarakan cita-cita orang banyak”. Betapa mengerikan, sedang kami waktu itu adalah bocah ingusan, polos, lugu plus suka menghayal. Haha aku ki gampang diapusi.

Banyak dari kami yang kemudian berusaha melihat realitas yang terjadi dilapangan. Kerasnya persaingan mendapatkan pekerjaan. Pertarungan politik karir di balik meja para profesial. Standar hidup yang menuntut setiap orang mengiris lidah sendiri untuk sekedar menikmati gurih-gurih asin darah sendiri. menganggap senior kami tidak masuk akal dan kurang kerjaan. Berkutatlah teman-teman kami dengan bangku kuliah yang tidak ada seperempat dari 24 jm yang allah sediakan dalam sehari.  Nek di piker betul ding “masa paling indah, kisah kasih disekolah”.

Ini mungkin mewakili mewakili cita-cita yang saya maksud.

Senior kami bilang, kami adalah manusia yang diciptakan bukan tanpa tujuan. Penciptaan segala sesuatu yang disekitar kita tidak terjadi secara kebetulan atau tiba-tiba. rasa sakit, senang, haru, pasti memiliki sebab. Nyamuk ada ternyata karena ia adalah makanan kesukaan cicak. Pernah berfikir nyamuk itu makhluk yang bisa terbang, sedangkan predatornya adalah cicak yang untuk berjalan dia harus merayap(tidak bisa terbang). Namun kita semua sepakat bahwa BBC tidak pernah mengabarkan kepada dunia tentang berita busung lapar di negeri cicak. Artinya kehidupan kita antara matahari terbit dan tenggelam itu ada yang mengatur dan menjamin.

Coba baca syair lagu anak-anak ini:

Cicak-cicak di dinding,
Diam-diam merayap
Dating seekor nyamuk
Hap langsung langsung ditangkap.

Cicak nangkap nyamuk ngak   jatuh apa?. Kan nangkap itu pakai tangan. Just guyon…

                Salah satu pelajaran dari ayat 4 surah al-balad yang terjemahan ayatnya “sesungguhnya kami telah menciptakan manusia dalam susah payah. Maksud “susah payah ” disini adalah manusia itu akan sesalu dalam persoalan. Untuk apa persoalan ini dihadirkan?. Untuk diambil pelajaran dan mengingatkan kita sebagai makhluk bukan kholid. Makanya kita selalu dalam persoalan, benar ?. kalau kita ini seorang hamba berarti kita memeliki tempat untuk meminta pertolongan dalam urusan menyelesaikan persoalan. Jika demikan maka wajar jika dalam hidup ini sellau ada optimisme dan harapan (cita-cita) (al-ahqaf : 3).

                Kita sepakat bahwa jenis makhluk yang seperti ita ini adalah manusia. Di diatas kita sudah Clear bahwa kita ada karena ada yang menciptakan, bukan terjadi tanpa permulaan atau secara kebetulan. Siapa yang ciptakan kita dia memperkenalkan dirinya dalam surat Al-qosos : 30. Dia bilang seperti ni. Ya musa, sesungguhnya aku adalah Allah tuhan semesta alam. Siapa yang ciptakan kita ?. ALLAH. 

                Kenapa Allah ciptakan kita ?. jawabanya ada di surah Azzariyat :56, dalam penjelasannya penciptaan manusia adalah untuk mengabdi kepadanya. Jika kita disuruh bapak pergi kepasar untuk beli ikan, maka kita akan membelikan ikan yang paling segar, jenis ikan kesukaan bapak, benar?.  Jika kita diciptakan Allah untuk menjadi seorang hamba, tentu kita akan menjadi hamba yang terbaik?.

                Nah ini cita-cita yang sering kami perbincangkan setiap kesempatan. Bagaimana cara menjadi hamba yang baik ?. kami di minta selalu membuka al-quran setiap hari target nya tilawah dalam sehari satu jus. Kerenkan. Ada warga Negara yang melakukan kajian kitab undang-undang sesering yang umat islam lakukan. Tidak ada?. Karena mereka tidak memiliki cinta sepadan dengan cintanya umat islam terhadap kitabnya alquran. Kerenkan. ?

                Menjadi hamba yang baik adalah mengusahakan dunia untuk mengkampayekan bahwa kita adalah hamba.  Yang tidak akan berlarut dalam sedih karena gagal dan tidak akan sombong jika berhasil mengusahakan dunia. Tidak marah ketika mendapi dirinya merugi, dan tidak terlena ketika dalam keuntungan yang besar. Karena hakekatnya segala persoaalan dari Allah dan dia yang menyelesaikan.

                Begitulah aku melihat orang disekelilingku, mereka melakukan aktifitas dunia sama dengan yang lainnya, bahkan sering terlihat lebih keras. Mereka juga melakukan amalan ritus-ritus penyembahan kepada Allah. Lebih keras dan lebih disiplin. Urusan dunia mereka tidak melenakan dari ritus penyembahan sebagai hamba. Meski sekali waktu terlihat ada yang lena karena kesibukan atau kerena waktu yang terlalu luang.

Ini jawaban seorang teman ketika ditanya, kenapa dia melakukan aktivitas pendakian, dia tidak punya alat. Kemudian dia menyewa di took yang menyediakan. Kemudian melakukan aktivitas fisik sebelum melakukan pendakian. Menabung beberapa rupiah, menyelesaikan urusan organisasi sebelum ditinggal dalam waktu 2 hari pendakian. (sangat serius dalam urusan dunia “pendakian”). Ketika naik kami harus menembus gelapnya malam, tahu? Dia menawarkan untuk didepan . tahu resikonya sebagai orang yang baru pertama mendaki. Jatuh kedalam jurang atau yang lebih kecil dari itu. Ini jawabannya ketika kutanya kenapa dia mau melakukan aktifitas pendakian.



Dengan naik gunung aku akan ingat tentang kebesaran Allah yang menciptakan gunung. Dengan sampainya saya kepuncak gunung. Maka aku yakin dalam logika manusia hal yang tidak mungkin, akan sangat mungkin jika allah menghendaki. Manusia itu kalau dilihat dari atas gunung akan terlihat seperti upil. Ya kan?. Tapi atas kehendak allah dia mampu berdiri diatas puncak gunung dengan hanya mendaki. “gunung ada di bawah telapak kakiku”.

Secara alamiah kita akan mengatakan bahwa dia adalah pendaki yang keren. Karena berhasil meletakkan gunung dibawah telapak kakinya. Ya itu menurutku bonus dari allah. Dunia berbondong-bondong mengakui kehebatannya. “atas izin Allah”.

                Bercita-citalah untuk akhirat, maka dunia adalah bonus. So PeDe aja lagi dengan cita-cita “seorang hamba”, sebelum seorang dokter, dosen,politisi atau status sosial apapun. Maka jadilah orang yang pertama kali menyampaikan prinsip ini sebelum engkau menjadi apapun. Seantusias saya mengajakmu melihat hamparan sungai tebing dan padang rumput puncang mangunan di musim penghujan.
  



Selasa, 31 Maret 2015

TANAH YANG TERLUPAKAN



Tanah yang Terlupakan
Krisna Ny

Alhamdulillah, segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam. Sudahkah kita bersyukur hari ini? Nampaknya tiada kata yang lebih indah untuk selalu kita ucapkan kepadaNya selain kata itu. Dengan penuh ketulusan dan penuh kesabaran Tuhan hadirkan siang dan malam begitu juga musim kemarau dan musim penghujan. Tak pernah berhenti, silih berganti saling menyambut dan saling melengkapi. Tak peduli manusia mensyukurinya atau tidak.
Pagi ini hujan turun rintik-rintik, langit serasa malu menjukkan wajah cerahnya. Mendung seolah enggan untuk menyembunyikan dirinya, membuat matahari kesulitan menghantarkan cahayanya. Musim penghujan menyapa. Saatnya pepohonan merasakan dinginnya air langit sebagai anugerah Tuhan, sebagai pengingat bagi hambanya akan kebesaranNya. Daun-daun mulai menunjukkan kuncupnya. Pepohonan yang sedia kurus kering tak sehelei daunpun menempel padanya. Kini mulai segar kembali seiring tumpahnya air langit. Selamat datang musim pembaharuan, musin peremajaan, musim tetumbuhan, musim kebangkitan, musim hujan akhir November 2014.
            Bicara tentang tumbuh-tumbuhan, jadi ingat ladang di timur sana. Sepetak sawah terhampar, tak begitu luas. Namun cukup untuk menghasilkan bahan makanan sekeluarga. Sekali panen kira-kira cukup untuk makan sampai musim panen berikutnya tiba.
Kenapa sampai pada keluarga?
            Bukan keluarga yang jadi bahan perbincangan, meskipun itu juga relevan untuk di perbincangkan,hehehe (becanda).
            Pada waktu musim kemarau tiba, bapak-bapak, ibu-ibu serta keluarganya (pemilik sawah) rame-rame ke sawah. Menanam jagung menjadi hal yang menyenangkan bagi mereka.  Pagi hari tanah yang selesei di bajak terasa sangat lembut. Ketika di injak , terasa dingin basah kena embun. Angin turun dari gunung membawa udara  bersih, sejuk dan segar. Sebelah timur dan selatan di kelilingi oleh barisan pegunungan yang masih cukup terjaga. Pepohoman hijau menutupi tanah sehingga tampak lebat permai. Dari arah utara terlihat jelas kegagahan merapi yang menjulang tinggi dan besar. Diatasnya tampak sebuah kawah yang tak beraturan bentuknya akibat erupsi. Menyemburkan awan tipis. Badannya berwarna abu-abu kehitaman dengan bercak garis bekas aliran lahar. Dari timur di sela-sela ranting pepohonan mulai nampak semburat cahaya matahari berwarna kuning kemerah-merahan. Betapa indahnya alam ini bak lukisan saja…J
Kalau tidak percaya, sini ke Bantul Timur takdudui biar basah,hehehe. 
Pada pagi itulah mereka mulai menancapkan benih di tanah garapannya. Mereka mulai menanam harapan semoga dapat memetik hasil panen yang melimpah.
Tiga bulan kemudian benih jagung berubah menjadi tanaman yang tinggi, langsing. Karena memang kecil batangnya. Dilengkapi dengan dedaunan yang panjang pula. Tipis tapi agak lebar. Jagung biasanya terletak pada bagian tengan pohon antara ujung bawah dengan ujung atas. Tetapi sering juga terletak agak atas. Ketika masih di tanaman, jagung terbungkus kulit bewarna putih kekuning-kuningan, dihiasi dengan rambut pada bagian ujungnya. Pada masa ini jagung siap dipanen. Harapan yang dulu ditanam kini menjadi kenyataan.
Nampak biasa saja peristiwa ini. Tidak ada yang aneh. Sirkulasi petani berjalan lancar, tanam-panen, tanam lagi panen lagi. Sah-sah saja. Ia kan. Saaah…….., sah(ijab nikah). Hehehe.
Namun apabila kita melihatnya lebih jeli lagi, ada hikmah dibalik proses tanam hingga panen. Apakah itu atau siapakah itu? Yang jelas bukan hikmah yang itu (yang sholeh-ah),hehehe. Yeah, hikmah kebesaran Tuhan, sesuai dengan firmannya ‘’Dan suatu tanda (kebesaran Allah) bagi mereka adalah bumi yang mati (tandus). Kami hidupkan bumi itu dan Kami keluarkan darinya biji-bijian, maka dari (biji-bijian)itu mereka makan’’ (Qur’an, surah Yasin, 33).
Mari pelan-pelan bersama-sama kita dalami apa yang sebenarnya terjadi. Sok serius,……J
Pertama, biji di tanam. Ia menyatu dengan tanah, air, udara dan cahaya. Akibatnya biji yang mulanya kering mulai tumbuh kecambah, dan menunjukkan perkembangannya.
Kedua, setelah ia tumbuh dan besar, ia akan berbuah dan buahnya sama seperti biji yang ditanam tetapi jumlahnya berlipat-lipat, puluhan bahkan ratusan kali.
Ketiga, setelah buah diambil. Tanaman jagung di tebangi dan dibiarkan terlentang disawah. Yang terjadi kemudian tanaman jagung tersebut membusuk kemudian menjadi tanah.
Lalu apa hikmahnya?
Mari bersama-sama kita cari makna hakikinya,…..iso po?sok filosofis...J
            Biji, barang yang kecil, mungil. Jika dibiarkan lama-lama ia akan dimakan kutu/rayap. Kalau tidak ia akan busuk kemudian menjadi tanah. Tetapi karena ia ditanam dan dirawat dengan kadar air, udara dan cahaya yang cukup, ia dapat tumbuh dan berkembang. Kata anak-anak Mipa, ia makan co2+H20+cahaya (udara+air+cahaya) yang kemudian menjadi zat tepung. Dari biji tumbuh menjadi tanaman. Jika dibandingkan dengan ukuran awal (biji) mungkin ribuan kalinya, tingginya dapat mencapai 2 meter lebih. Subhanallah, kok bias ya. Setelah tumbuh besar, ia berbuah. Pernah menghitung jumlah biji jagung dalam satu buah jagung? Pada buah-buah yang tumbuh normal jumlahnya mencapai ratusan. Coba bayangkan 1 biji menjadi ratusan biji. Kok bisa ya. Kekuatan apa jal, yang memberinya kekuatan untuk berkembang biak begitu banyaknya. Pada akhirnya tanaman yang awalnya hijau, seger, enak dipandang lama-lama ia kusut, keriput, kering rapuh kemudian membusuk. Akhirnya menjadi tanah.
Lalu apa sebenarnya biji jagung dan tanaman jagung ini? Kenapa ia menjadi tanah?
            Biji jagung jika dibiarkan, menjadi tanah. Jika di tanam tumbuh besar menjadi tanaman, tanaman ini kelak menjadi tanah pula. Lalu apa artinya co2+H20+cahaya. Apakah dia juga tanah. Kalau ia, lantas siapa yang mengubah tanah menjadi zat tepung sebagai makanan tanaman kemudian menjadi batang, daun, buah dan sebagainya. Waullah hualah bis showaf. Ini lah tanda-tanda kebesaran Tuhan.
Dari sini dapat kita ketahui bahwa sesungguhnya jagung dan tanaman jagung berasal dari satu materi yang sama yaitu tanah. Dan mungkin tidak hanya jagung dan tanaman jagung. Batu bata, semen, rumah, kayu, almari, bunga, kelinci, kerbau, sapi, manusia dan lain-lain seluruh isi dunia terbuat dari materi yang sama, tanah. Coba sebutkan isi dunia yang bukan berasal dari tanah. Makhluk yang paling indah, bunga mawar, kupu-kupu, burung merak, cenbrawasih, ikan lohan, arwana. Hewan paling buas misal, singa, harimau, badak, ular. Hewan yang paling rentang, laron misalnya yang waktu hidupnya didunia hanya beberapa jam saja. Atau malah makhluk  yang ditakdirkan sebagai penggangu, tikus, ulat, kekelawar  atau barang yang paling dibenci manusia tetapi ia paling dekat dengan manusia bahkan dibawa kemana-mana, kotoran sisa pencernaan misalnya. Bahkan manusia yang dianggap paling mulia raja, presiden misalnya, dan manusia yang paling dianggap hina pengemis misalnya. Mereka semua pada hakikat penciptaanya adalah sama-sama terbuat dari tanah.
Lalu mengapa makhluk hidup tidak bersyukur, terutama manusia. Karena dari sekian banyaknya makhluk hidup di dunia, hanya manusia yang diberi akal dan fikiran oleh Tuhan. Jika makhluk selain manusia sudah jelas pasti bersyukur, cuma manusia saja yang tidak tau cara mereka bersyukur. Dengan akalnya manusia dapat membedakan yang baik dan yang buruk, yang halal dan yang haram.
Yang terjadi sekarang adalah manusia saling bermusuhan, saling bersaing untuk memperebutkan harta, kekayaan, jabatan kekuasaan dan lain sebagainya. Alam dieksploitasi sebesar-besarnya untuk memenuhi kepuasan nafsunya. Egoisme kian menjadi-jadi. Untuk apa semua itu?  
Sudah saatnya manusia berfikir bahwa sesungguhnya seluruh manusia sama derajatnya. Lahir bagai biji jagung yang mungkin akan tumbuh berkembang menjadi tamanam yang besar. Tapi mungkin ada juga yang gagal tumbuh, gugur dalam perjalanan. Wajah tampan, cantik, harta benda, kemewahan mungkin berperan, tapi sungguh ia adalah barang yang sangat rentan. Ia hanyalah baju yang harus siap dilepas kapanpun dan dimana saja. Yang berhasil memperoleh kehidupan yang lebih baik, jangan lah merasa tinggi hati, sombong, bahkan merasa lebih baik dari yang lain. Yang belum berhasil memperoleh kehidupan yang lebih baik jangan lah merasa rendah diri, menyerah, putus asa. Semua adalah proses. Karena sesungguhnya nikmat dan ujian hanyalah sementara. Semua ada untuk saling mengasihi dan saling melengkapi. Tidak ada yang lebih tinggi dan lebih rendah, yang ada hanyalah yang baik amal budinya dan yang tidak baik amal budinya, yang ada adalah yang bertakwa dan yang tidak bertakwa, yang beriman dan yang tidak beriman. Pada akhirnya masing-masing akan menjadi tua, kusut, keriput dan meninggal untuk kemudian menyatu dengan bumi, kembali ke bentuk awal, menjadi tanah.
Ohh tanah, kenapa engkau begitu hebat, bisa menjelma menjadi apa saja.  Tapi tampaknya mustahil tanah berubah tanpa ada yang merubahnya, tumbuh dan bergerak tanpa ada yang menumbuh dan menggerakkannya. Ya, kebesaran Tuhan lah di baik semua itu. Kini kau injak-injak dirimu sendiri dengan wujud jelmaanmu. Ada yang sangat menghargaimu (Keremen) ada juga yang sangat enggan menyentuhmya (Priyayos). Namun sungguh tidak ada bedanya antara keduanya, pada waktunya nanti kepadamu pula semua akan menyatu.
Mau jadi tanah aja sombong, hehehehe…..
Bagaimana dengan tanahmu sudah kau tanami dengan tanaman yang baik. Sudah kau rawat, kau pupuk, kau beri makan dan kau jaga, baik kesucian maupun kehormatannya. Masing-masing tanah layaknya di jaga agar ketika kembali nanti menjadi tanah yang bersih, tanah yang suci, tanah yang harum, tanah yang berguna untuk kehidupan selanjutnya,hehehe…
Omong opo, kau ini..
Alhamdullah hujan sudah reda, saatnya kekampus, ketemu sobat-sobat sholeh-sholehah……

Laman