Minggu, 02 Agustus 2015

ISLAM DAN PENGELOLAAN ASET NEGARA





Semenjak pemerintah Jokowi-Jusuf Kalla memberlakukan kebijakan untuk melepaskan harga BBM ke mekanisme harga pasar (liberalisasi) telah menyebabkan ketidakpastian perekonomian di Indonesia. Konsekuensi dari pemberlakuan kebijakan ini adalah pemerintah tak lagi punya wewenang penuh untuk mengendalikan harga BBM dalam negeri. Permasalahan ini sudah terjadi sejak lama, namun segala penyelesaian yang dilakukan oleh pemerintah tidak pernah menjangkau pada akar permasalahannya. Salah satu akar masalahnya adalah tergerusnya kewenangan negara dalam pengelolaan minyak yang selama ini terlalu didekte oleh Asing.
Berkaitan dengan hal itu, maka kebijakan liberalisasi harga BBM yang saat ini diberlakukan oleh pemerintah yang ternyata berasal dari Undang-Undang dan peraturan lain yang cenderung menguntungkan pihak Asing seperti UU No. 21 Tahun 2001 tentang Migas, Peraturan Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi Nomor: 18/P/BPH Migas/V/2009, Blue Print Pengelolaan Energi Nasional 2005 -2025 Kementrian ESDM, Pedoman dan Pola Tetap Kebijakan Pemanfaatan Gas Bumi Nasional 2004 –2020 (Blueprint Implementasi Undang-undang Nomor 22 tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi) yang justru bertentangan dengan UUD 1945 pasal 33 mengenai pengelolaan sepenuhnya sumber daya alam untuk kesejahteraan rakyat. Jika melihat salah satu dasar hukum tentang pemberlakuan harga BBM yang saat ini digunakan pemerintah, maka Mahkamah Konstitusi telah membatalkan Pasal 28 ayat (2) Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi. Ketentuan pasal ini mengamanatkan bahwa pembentukkan harga minyak diserahkan ke dalam negeri sepenuhnya (tidak boleh diliberalisasi), maka dari itu kebijakan liberalisasi harga BBM saat ini inkonstitusional dan telah bertentangan dengan UUD 1945.   Hal ini pun telah jelas melanggar amanat UUD 1945 tentang tanggung jawab pemerintah untuk menciptakan kesejahteraan masyarakat.
Dalam pandangan Islam, migas juga hutan dan barang tambang adalah milik umum yang harus dikelola hanya oleh negara. Hasilnya harus dikembalikan kepada rakyat dalam bentuk barang yang murah atau subsidi untuk kebutuhan primer semisal pendidikan, kesehatan dan fasilitas umum. Pendapat bahwa sumber daya alam milik umum harus dikelola oleh negara untuk hasilnya diberikan kepada rakyat  dikemukakan oleh An-Nabhani berdasarkan pada hadits riwayat  Imam At-Tirmidzi  dari Abyadh bin Hamal. Dalam hadits tersebut I’Abyadh bin Hammal meminta kepada Rasulullah SAW untuk mengelola tambang garam. Rasulullah SAW sebagai kepala negara dan pemerintahan memberikan tambang tersebut kepada Abyadh. Rasulullah meluluskan permintaan itu, tapi segera diingatkan oleh seorang sahabat, “Wahai Rasulullah, tahukah engkau, apa yang engkau berikan kepadanya? Sesungguhnya engkau telah memberikan sesuatu."
Sesuatu yang bagaikan air mengalir (ma’u al-‘iddu)” Rasulullah kemudian bersabda: “Tariklah tambang tersebut darinya”. Ma’u al-‘iddu adalah air yang karena jumlahnya sangat banyak digambarkan  mengalir terus menerus.  Hadist tersebut menyerupakan tambang garam yang kandungannya sangat banyak dengan air yang mengalir.  Bahwa semula Rasullah SAW memberikan tambang garam kepada Abyadh menunjukkan kebolehan memberikan tambang garam atau tambang yang lain kepada seseorang. Tapi  ketika kemudian Rasul mengetahui  bahwa tambang tersebut merupakan tambang yang cukup besar, digambarkan bagaikan air yang terus mengalir,  maka Rasul  mencabut pemberian itu,  karena dengan  kandungannya yang sangat besar itu  tambang tersebut dikategorikan  milik umum. Dan semua milik umum tidak boleh dikuasai oleh individu. Yang menjadi fokus dalam hadits tersebut  tentu saja bukan  “garam”, melainkan tambangnya.
Terbukti, ketika Rasul mengetahui bahwa tambang garam itu jumlahnya sangat banyak, ia menarik kembali pemberian itu. An-Nabhani mengutip ungkapan Abu Ubaid yang mengatakan: “Adapun pemberian Nabi SAW kepada Abyadh bin Hambal terhadap tambang garam yang terdapat di daerah Ma’rab, kemudian beliau mengambilnya kembali dari tangan Abyadh, sesungguhnya beliau mencabutnya semata karena menurut beliau tambang tersebut merupakan tanah mati yang dihidupkan oleh Abyadh lalu dia mengelolanya. Ketika Nabi SAW mengetahui bahwa tambang tersebut (laksana) air yang mengalir, yang mana air tersebut merupakan benda yang tidak pernah habis, seperti mata air dan air bor, maka beliau mencabutnya kembali, karena sunnah Rasulullah SAW dalam masalah padang, api dan air menyatakan bahwa semua manusia berserikat dalam masalah tersebut, maka beliau melarang bagi seseorang untuk memilikinya, sementara yang lain tidak dapat memilikinya”.
Maka, berdasarkan HR at-Tirmidzi ini, penarikan kembali pemberian Rasul kepada Abyadh  adalah   illat dari larangan  sesuatu yang menjadi milik umum termasuk dalam hal ini barang tambang yang kandungannya sangat  banyak untuk dimiliki individu. Artinya tambang minyak dan gas bumi –yang dalam ukuran individu jumlahnya tidak terbatas– penguasaannya oleh swasta dan investor asing hukumnya haram. Sebab sektor hulu migas ini termasuk harta milik umum (milkiyyah ammah).
Rasulullah SAW bersabda, ”Kaum Muslim bersekutu (memiliki hak yang sama) dalam tiga hal: air, padang, dan api” (HR Abu Dawud). Taqiyuddin an-Nabhani menjelaskan tiga benda dalam hadist tersebut dilihat dari ’illat-nya bahwa ketiganya dibutuhkan masyarakat sebagai fasilitas umum. Karakteritik fasilitas umum adalah jika tidak tersedia mengakibatkan sengketa untuk mendapatkannya.
Maka dari itulah Indonesia seharusnya bias menerapkan system ekonomi Islam yang memang telah mengatur segala aspek kehidupan bernegara. Hal yang harus diingat, tugas pemimpin adalah mengurus rakyat, bukan malah mengurasnya.

Wallahu a`lam bi al-shawāb



Jaringan


Jaringan adalah kunci kesuksesan suatu organisasi dalam menjaga eksistensi. Ibarat kemerdekaan sebuah negara yang membutuhkan pengakuan kedaulatan dari negara lain, begitu pula dengan organisasi. So, tugas jaringan adalah menjalin komunikasi dengan organisasi lain. Karena dari setiap kunjungan ke Hima prodi yang ada di FIS, UKM lain, silaturahmi ke dosen atau pejabat dekanat, silaturahmi ke LDK universitas lain, akan ada banyak manfaat yang didapat. Manfaat tersebut diantaranya akan semakin memperbanyak relasi, informasi dan tentu saja pembelajaran. Jaringan juga berperan aktif pula dalam forum FSLDK ISIP.
Siapa aja nih ya mujahid-mujahidah yang hobi safar di jamaish sekarang?
check this out...

1.      Kadept & FSLDK: Danang Pradana  (P.Sosiologi/2013)
2.      Koakh                   : Nunik Novery     (Ilmu Sejarah/ 2013)
3.      Staff Ahli        :
a.       Farizal Farliandi P.                        (Ilmu Sejarah/ 2014)
b.      Cholid Nasrullah                           (P.Sosiologi/ 2014)
c.       Lailatul Hikmah                            (PKnH/ 2014)
d.      Elga Safitri                                    (PKnH/ 2014)
e.       Chesa Syaqira Makmur                 (PKnH/ 2014)
f.       Anisa Eka Pratiwi                         (PKnH/ 2014)

Kamis, 09 April 2015

COME JOIN US.. DISKUSI ORMAWA OLEH UKMF JAMAISH 2015


TENTANG CITA-CITAMU? PEDE AJA LAGI..



Tentang cita-citamu?.
Pede aja lagi..
* yusuf malik salim


Pagi itu adalah pagi dari salah satu pagi musim kemarau tahun ini. Rumput-rumput sudah berwarna coklat lembut menanti tetsan hujan untuk kembali hijau dengan izin Alloh. Teman-temanku sudah beraktivitas sejak pukul 03.30 dini hari waktu bukit mangunan. Mereka sahalat malam berjamaah ditutup witir, dilanjutkan tilawah alquran sampai waktu subuh tiba. Setelah subuh ditemani zikir alma’sturat kami berjalan menuju puncak bukit. Berlari kami ditemani pohon-pohon endemic yang berguguran daunnya. Sesampainya dipuncak adalah saatnya kami menggembalakan pandangan (ben gak liar cah), menikmati jauh di bawah sana menghampar perpaduan apik lekukan sungai tebing yang bidang, lumut hijau yang manja dibelai aliran air jernih membuat sungai tampak cantik, padang rumput kering coklat di sepanjang tebing tampak serasi berpadu dengan warna hitam bebatuan lava beku yang mengkilap kalem. Saya ingin kembali ke sini ketika musim hujan datang, tentu bersama kalian yang belum pernah kesana dan kalian ingin kembali lagi kesana disaat musim kemaru sudah tiba. ya, destinasi yang saya ceritakan ini kebun buah mangunan, imogiri, bantul.

Di bukit itu lagi-lagi kami secara alamiah bercerita tentang cita-cita. Layaknya pagi-pagi kami yang lain, penuh dengan cita-cita. Sebenarnya ingin sehari saja kami tidak memikirkan cita-cita. Namun keberadaan kami seperti sudah diseting untuk selalu dalam pembicaraan yang mnyenagkan itu. Membicarakan cita-cita. Contoh kecilnya adalah ingin sekali saya kembali kebukit mangunang bersama kalian untuk  menggembalakan pandangan menikmati lukisan Allah yang super keren tersebut.

Ujuk-ujuk cerita tapi belum kenalan, kenalan dulu ya?. Yang nulis ini namanya Yusuf Malik di kampong halaman dipanggin Cholis. He he. (Yang nak protes payo ke makartijaya). Staff media UKMF Jm Al Ishlah (jamaish) tahun 2011-2012. Kami yang saya maksud dari tadi adalah teman-teman jamaish. Saya sama dengan yang lainnya secara pribadi mendapat amanah dari orang tua untuk berbaik hati kepada mereka. Berangkat ke kampus berbekal informasi seadanya, meraba-raba kemudian berusaha memahami dunia kampus yang ideal. Dari sanalah kami menyebut kampus itu seperti apa yang kami raba.

Pergi ke bukit ngelanggran adalah salah satu agenda yang kami warisi secara turun temurun. Entah muslihat apa yang  direncanakan para senior tentang kami. Sehingga dimanapun kami pergi selalu keluar ide untuk diceritakan sesama teman penggemar cita-cita. Senior kami bilang, “kalian adalah satu kelompok yang strategis buat membicarakan cita-cita orang banyak”. Betapa mengerikan, sedang kami waktu itu adalah bocah ingusan, polos, lugu plus suka menghayal. Haha aku ki gampang diapusi.

Banyak dari kami yang kemudian berusaha melihat realitas yang terjadi dilapangan. Kerasnya persaingan mendapatkan pekerjaan. Pertarungan politik karir di balik meja para profesial. Standar hidup yang menuntut setiap orang mengiris lidah sendiri untuk sekedar menikmati gurih-gurih asin darah sendiri. menganggap senior kami tidak masuk akal dan kurang kerjaan. Berkutatlah teman-teman kami dengan bangku kuliah yang tidak ada seperempat dari 24 jm yang allah sediakan dalam sehari.  Nek di piker betul ding “masa paling indah, kisah kasih disekolah”.

Ini mungkin mewakili mewakili cita-cita yang saya maksud.

Senior kami bilang, kami adalah manusia yang diciptakan bukan tanpa tujuan. Penciptaan segala sesuatu yang disekitar kita tidak terjadi secara kebetulan atau tiba-tiba. rasa sakit, senang, haru, pasti memiliki sebab. Nyamuk ada ternyata karena ia adalah makanan kesukaan cicak. Pernah berfikir nyamuk itu makhluk yang bisa terbang, sedangkan predatornya adalah cicak yang untuk berjalan dia harus merayap(tidak bisa terbang). Namun kita semua sepakat bahwa BBC tidak pernah mengabarkan kepada dunia tentang berita busung lapar di negeri cicak. Artinya kehidupan kita antara matahari terbit dan tenggelam itu ada yang mengatur dan menjamin.

Coba baca syair lagu anak-anak ini:

Cicak-cicak di dinding,
Diam-diam merayap
Dating seekor nyamuk
Hap langsung langsung ditangkap.

Cicak nangkap nyamuk ngak   jatuh apa?. Kan nangkap itu pakai tangan. Just guyon…

                Salah satu pelajaran dari ayat 4 surah al-balad yang terjemahan ayatnya “sesungguhnya kami telah menciptakan manusia dalam susah payah. Maksud “susah payah ” disini adalah manusia itu akan sesalu dalam persoalan. Untuk apa persoalan ini dihadirkan?. Untuk diambil pelajaran dan mengingatkan kita sebagai makhluk bukan kholid. Makanya kita selalu dalam persoalan, benar ?. kalau kita ini seorang hamba berarti kita memeliki tempat untuk meminta pertolongan dalam urusan menyelesaikan persoalan. Jika demikan maka wajar jika dalam hidup ini sellau ada optimisme dan harapan (cita-cita) (al-ahqaf : 3).

                Kita sepakat bahwa jenis makhluk yang seperti ita ini adalah manusia. Di diatas kita sudah Clear bahwa kita ada karena ada yang menciptakan, bukan terjadi tanpa permulaan atau secara kebetulan. Siapa yang ciptakan kita dia memperkenalkan dirinya dalam surat Al-qosos : 30. Dia bilang seperti ni. Ya musa, sesungguhnya aku adalah Allah tuhan semesta alam. Siapa yang ciptakan kita ?. ALLAH. 

                Kenapa Allah ciptakan kita ?. jawabanya ada di surah Azzariyat :56, dalam penjelasannya penciptaan manusia adalah untuk mengabdi kepadanya. Jika kita disuruh bapak pergi kepasar untuk beli ikan, maka kita akan membelikan ikan yang paling segar, jenis ikan kesukaan bapak, benar?.  Jika kita diciptakan Allah untuk menjadi seorang hamba, tentu kita akan menjadi hamba yang terbaik?.

                Nah ini cita-cita yang sering kami perbincangkan setiap kesempatan. Bagaimana cara menjadi hamba yang baik ?. kami di minta selalu membuka al-quran setiap hari target nya tilawah dalam sehari satu jus. Kerenkan. Ada warga Negara yang melakukan kajian kitab undang-undang sesering yang umat islam lakukan. Tidak ada?. Karena mereka tidak memiliki cinta sepadan dengan cintanya umat islam terhadap kitabnya alquran. Kerenkan. ?

                Menjadi hamba yang baik adalah mengusahakan dunia untuk mengkampayekan bahwa kita adalah hamba.  Yang tidak akan berlarut dalam sedih karena gagal dan tidak akan sombong jika berhasil mengusahakan dunia. Tidak marah ketika mendapi dirinya merugi, dan tidak terlena ketika dalam keuntungan yang besar. Karena hakekatnya segala persoaalan dari Allah dan dia yang menyelesaikan.

                Begitulah aku melihat orang disekelilingku, mereka melakukan aktifitas dunia sama dengan yang lainnya, bahkan sering terlihat lebih keras. Mereka juga melakukan amalan ritus-ritus penyembahan kepada Allah. Lebih keras dan lebih disiplin. Urusan dunia mereka tidak melenakan dari ritus penyembahan sebagai hamba. Meski sekali waktu terlihat ada yang lena karena kesibukan atau kerena waktu yang terlalu luang.

Ini jawaban seorang teman ketika ditanya, kenapa dia melakukan aktivitas pendakian, dia tidak punya alat. Kemudian dia menyewa di took yang menyediakan. Kemudian melakukan aktivitas fisik sebelum melakukan pendakian. Menabung beberapa rupiah, menyelesaikan urusan organisasi sebelum ditinggal dalam waktu 2 hari pendakian. (sangat serius dalam urusan dunia “pendakian”). Ketika naik kami harus menembus gelapnya malam, tahu? Dia menawarkan untuk didepan . tahu resikonya sebagai orang yang baru pertama mendaki. Jatuh kedalam jurang atau yang lebih kecil dari itu. Ini jawabannya ketika kutanya kenapa dia mau melakukan aktifitas pendakian.



Dengan naik gunung aku akan ingat tentang kebesaran Allah yang menciptakan gunung. Dengan sampainya saya kepuncak gunung. Maka aku yakin dalam logika manusia hal yang tidak mungkin, akan sangat mungkin jika allah menghendaki. Manusia itu kalau dilihat dari atas gunung akan terlihat seperti upil. Ya kan?. Tapi atas kehendak allah dia mampu berdiri diatas puncak gunung dengan hanya mendaki. “gunung ada di bawah telapak kakiku”.

Secara alamiah kita akan mengatakan bahwa dia adalah pendaki yang keren. Karena berhasil meletakkan gunung dibawah telapak kakinya. Ya itu menurutku bonus dari allah. Dunia berbondong-bondong mengakui kehebatannya. “atas izin Allah”.

                Bercita-citalah untuk akhirat, maka dunia adalah bonus. So PeDe aja lagi dengan cita-cita “seorang hamba”, sebelum seorang dokter, dosen,politisi atau status sosial apapun. Maka jadilah orang yang pertama kali menyampaikan prinsip ini sebelum engkau menjadi apapun. Seantusias saya mengajakmu melihat hamparan sungai tebing dan padang rumput puncang mangunan di musim penghujan.
  



Laman