Jumat, 13 Februari 2015

Valentine dan Hijab Perspektif Moral


Valentine dan Hijab Perspektif Moral

            Valentine Day, kata yang tak asing dan terdengar kian santer pada akhir-akhir ini. Tanggal 14 Februari ditetapkan sebagai hari puncak perayaan kasih sayang. Kasih sayang, kasih sayang, dan kasih sayang. Kata yang dielu-elukan sepanjang hari. Pada hari tersebut orang diperboleh bahkan di anjurkan untuk menunjukkan kasih sayangnya. Apa saja boleh dilakukan yang penting dapat menyenangkan dan memanjakan pasangan.
            Hari valentine menjadi fenomena di Indonesia yang hampir sudah membudaya dikalangan anak muda. Kita ketahui bersama, hari valentine seolah hari besar yang dinanti kedatangannya karena menurut mereka yang merayakannya, hari itu adalah hari pembuktian kasih sayang diantara mereka. Keberadaannya secara tidak langsung telah diterima oleh masyarakat, terbukti dengan banyaknya masyarakat, khususnya anak muda, yang ikut merayakan. Namun hal yang sangat disayangkan adalah penerimaan dan perayaan hari valentine ini hanya sekedar ikut-ikutan dan tidak dibarengi dengan ilmu tentang asal-usul dan seluk-beluknya. Dari mana asalnya,  apa yang menjadi latar belakangnya, misi apa yang dibawanya, apa akibat dari perayaan hari tersebut, dan sebagainya. Pertanyaan-pertanyaan mendasar seperti ini sangatlah penting sebagai upaya klarifikasi sebelum kita benar-benar menerimanya. Mungkin tidak berlebihan, bagaimana bisa kita menerima sesuatu yang hal itu tak pernah kita kenal, tak pernah kita tahu asal-usulnya dan tak pernah kita tahu akibat yang akan ditimbulkannya, karena amal tanpa ilmu bisa saja membuat kita menuju pada lubang kebinasan.
Cinta dan kasih sayang, adalah fitrah yang diberikan Allah SWT dalam hati ciptaannya. Sang Pemberi cinta pun tak pernah melarang para kaumnya untuk mencintai sesama. Rasa cinta tak pernah salah, namun mereka (sang pecintalah) yang terkadang salah dalam penerapannya. Cinta dan kasih sayang yang utama adalah pada seorang hamba terhadap Tuhannya, umat terhadap Nabinya. Kasih sayang, suami terhadap istrinya, orang tua pada anaknya, kakek-nenek pada cucunya atau adik pada kakaknya, keluarga terhadap tetangganya, dan kasih sayang lain yang menjadi fitrah dalam diri manusia. Kasih sayang itulah yang tumbuh bersemi dalam setiap hembusan nafas, setiap jam, menit bahkan detik. Bukan cinta dan kasih sayang yang tercurah pada tanggal 14 Februari saja.
           Namun yang terjadi sekarang adalah sebaliknya, valentine dirayakan sebagai hari kasih sayang oleh pasangan muda-mudi yang belum ada ikatan pernikahan bahkan melanda kalangan pelajar SMP-SMA. Unsur kasih sayang yang biasa tumbuh dalam keluarga justru malah tidak tampak sama sekali. Momen ini dimanfaatkan oleh pasangan muda –mudi untuk berfoya-foya, memanjakan pasangan tanpa batas, menomor satukan kenikmatan dan mengabaikan segala nilai dan moral yang ada.  Ini menjadi ketakutan kita bersama, ditengah kemerosotan moral dan karakter yang sedang melanda, kini ditambah dengan adanya valentine day. Rusaknya generasi diawali dengan rusaknya moral dan karakter. Bukankah sering kita bicarakannya? Indonesia adalah negara ketimuran, yang menganut dan menjunjung adat  budaya ketimuran, budaya keislaman. Budaya yang bermoral, beradab, berkarakter, kebebasan yang bertanggung jawab. Bukan kebebasan yang tanpa batas.
            Seiring dengan semakin menggejalanya valentine day, banyak organisasi atau komunitas yang berupaya untuk meluruskannya. Ini bukan upaya makar dan sebagainya. Tetapi ini adalah bentuk kepedulian, kecintaan dan kasih sayang yang sebenar-benarnya dan sesungguh-sungguhnya. Kecintaan pada generasi penerus dan pelurus. Dibuktikan dengan upaya-upaya untuk mengajak generasi muda menunjukkan kasih sayang dan merayakan kasih sayang dengan cara yang baik dan benar sesuai dengan budaya, adab, moral dan karakter ketimuran, sesuai dengan ajaran dan syariat islam.
Hijab day adalah salah satunya. Islam datang sebagai solusi dan petunjuk bagi para generasi muda yang selalu diharap-harapkan sebagai generasi penerus bangsa. Hijab day adalah gerakan untuk mengajak umat islam khususnya yang perempuan untuk menutup aurot . Begitu juga bagi yang laki-laki untuk menyuarakan gerakan menutup aurot. Karena laki-laki juga punya hak untuk tidak melihat aurot wanita. Allah SWT telah memerintahkan kita untuk berhijab secara jelas dalam Al Qur’an pada surat Al Ahzab ayat 59; yang berbunyi “ Wahai Nabi katakanlah kepada istri-istri, anak-anak perempuan dan istri-istri orang mukmin. Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka. Yang demikian itu supaya mereka mudah dikenali, oleh sebab itu mereka tidak diganggu. Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.”
Ada kebebasan interaksi antara laki-laki dan perempuan, tetapi  tetap pada batas-batas tertentu. Batas yang akan menjadi penjaga kehormatan baik bagi lelaki maupun perempuan. Karena tidak dipungkiri jika interaksi antara keduanya yang tidak dibatasi akan lebih banyak menimbulkan mudharad daripada kebaikan. Selain itu perempuan juga diwajibkan untuk menutup seluruh aurotnya dari ujung kepala hingga ujung kaki. Yang boleh terlihat oleh lawan jenis hanya wajah dan telapak tangan. Bagaimana dengan yang laki-laki? Laki-laki juga harus menutup aurotnya dari pusar hingga lutut.
Gerakan menutup aurot adalah solusi, untuk melindungi dan mempertahankan moral bagi generasi muda. Sedang hijab adalah batas yang akan menjaga interaksi diantara mereka. Adanya jarak atau pembatas ketika berada dalam satu ruangan maupun luar ruangan, dilarang untuk saling memandang antara lelaki dan perempuan, dilarang untuk berduaan dan sebagainya. Hal ini akan meminimalisir timbulnya rasa dan keinginan yang tidak baik. Sehingga kecenderungan untuk menjadi manusia yang bermoral dan berkarakter sesuai dengan kebudayaan ketimuran dan kebudayaan islam akan semakin kental. Bukankah pendidiakan moral, pendidikan karakter sedang digalakkan keberadaanya di negeri ini? Lalu apa lagi yang masih diragukan, mari kita sukseskan gerakan hijab, gerakan moral untuk membangun karakter bangsa. Menjadikan generasi muda yang bermoral, berkarakter, dan sholih-sholihah. Sekaligus kita selamatkan bangsa dari krisis moral yang sedang melanda.

#Media Al-Ishlah 2015

Minggu, 01 Februari 2015

Open Recruitment UKMF Jm Al-Ishlah 2015



بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ



Kamu (umat islam) adalah umat terbaik yang dilahirkan untuk manusia, (karena kamu) menyuruh (berbuat) yang makruf, dan mencegah dari yang mungkar, dan beriman kepada Allah. Sekiranya ahli Kitab beriman, tentulah itu lebih baik bagi mereka. Diantara mereka ada yang beriman, namun kebanyakan mereka adalah orang-orang yang fasik”
 (QS. Al-Imran : 110)


UKMF Jm Al-Ishlah proudly present....

"Open Recruitment UKMF Jm Al-Ishlah 2015"

Ayo Gabung dan rasakan manisnya ukhuwah serta perjuangan dalam berdakwah di kampus merah disini  bersama kami. Karena di UKMF Jm Al-Ishlah, Bersama Kita keluarga....

Mekanisme pendaftaran :

1. Mengisi Formulir
  a. Secara langsung
    Dimulai tanggal 9-14 Februari 2015. 
    Pengambilan formulir di sekretariatan UKMF Jm Al-Ishlah, Gedung PKM Lantai 2, FIS UNY
  b. Secara Online
   Dimulai tanggal 1-14 Februari 2015
   Formulir pendaftaran online bisa diunduh disini 
  Formulir yang telah terisi segera dikirim ke email: alishlah.family@gmail.com (Max pukul 21.00 WIB)
 
2. Wawancara
Dimulai tanggal 12-14 Februari 2015 pada pukul 09.00-17.00 WIB
di sekretariatan UKMF Jm Al-Ishlah, Gedung PKM Lantai 2, FIS UNY
3. Pengumuman
Tanggal 16 Februari 2015
Pengumuman via online melalui facebook Keluarga Ukmf Jm Al-Ishlah
Serta nanti akan ada pemberitahuan lebih lanjut untuk temu perdana
More Info hubungi:
085869455505 (Putra)
08975851335 (Putri)


بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

 السلام عليكم و رحمة الله و بركاته

  .::Oralit 2014(Open Recruitment LKI)::.
Rasakan manisnya ukhuwah…
dan tegakkan islam di jalan dakwah
LKI FKUB present…
Dapatkan formulirnya
@Musholla Nurusy Syifa (MNS)
@ruang LKI
@Musholla GPP
Pertambahan waktu
Wawancara gelombang pertama :
09 Jan – 10 Jan 2014 @MNS
Wawancara gelombang kedua :
OR dapat melalui via online @MNS
for further information :
ikhwan 085692210609
akhwat 085746413428
“Hai orang-orang yang beriman, jika kamu menolong (agama) Allah, niscaya Dia akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu” (QS.Muhammad: 7)
Mari bergabung bersama kami
LKI, the center of FKUB activity
-Dekat Bersahabat Bermanfaat-
Leave a Reply




- See more at: http://lki-fk.ub.ac.id/2013/12/oralit-2014open-recruitment-lki/#sthash.DMfsk69h.dpuf

Rabu, 28 Januari 2015

Mubes Jamaish 2014, Unforgottable Momment


Acara LPJ, temu alumni dan musyawarah besar UKMF Jm Al-Ishlah berlangsung pada hari Sabtu-Ahad, 17-18 Januari 2015. Acara yang berlangsung selama dua hari ini dapat dikatakan sukses meski kuantitas peserta yang hadir jauh dari target. Akan tetapi jumlah yang sedikit tak menyurutkan para pengurus mempersembahkan yang terbaik untuk mengakhiri kinerja mereka di kepengurusan tahun 2014 lalu.  
Hari pertama diisi acara pembahasan tata tertib mubes dan LPJ (Laporan PertanggungJawaban). Pimpinan Sidang tersebut yakni Muhammad Ichsan Budi sebagai ketua, Cholid Nasrullah sebagai wakil ketua dan Kiftiyaningsih sebagai sekretaris. Pada hari itu setiap kepala departemen mempresentasikan hasil kinerja divisinya. Diawali presentasi oleh Akh Yusuf Malik selaku Ketua, kemudian Akh Aulia Dzaudan (Koordinator 1), Ukh Siti Nur Wahyuni (Koordinator 2), Ukh Sri Widi Astuti (Sekretaris), Ukh Rita Rusdiyani (Bendahara), Akh Imam Naufi (Kaderisasi), Akh Dadan Solahudin (Jaringan), Akh Krisna Nuryanta (Ekonomi Syariah), Akh Anton Kurniawan (Minat & Bakat), Ukh Wahida Inayatullaili (Kemuslimahan), dan Akh Setiawan (Media). Pada akhirnya, LPJ diterima bersyarat.
Acara mubes dilanjutkan di hari kedua pada tanggal 18 Januari 2015. Pada hari itu mubes dilanjutkan dengan pembahasan AD/ART dan GBHO. Mubes kali ini diselingi gelak canda karena gaya pimpinan sidang yang humoris. Suasana mubes pun terlihat santai dan tidak tegang. Kritik dan saran disampaikan oleh beberapa pihak baik dari pengurus maupun DPO. Setelah pembahasan tersebut dilanjutkan dengan pembentukan tim formatur. Tim Formatur lalu mengumumkan struktur pengurus inti yang baru. Struktur kepengurusan yang baru seperti apa? Nantikan postingan selanjutnya ya...coming soon.
Acara selanjutnya yakni penampilan dari para pengurus (& alumni pengurus) setia angkatan. Dari angkatan 2012 dan 2011 menampilkan sebuah video kocak penuh hikmah. Lalu dari angkatan 2014, dari adik-adik peserta magang menampilkan senandung lagu secara single (diwakili oleh Ukh Erli) dan secara massal. Secara tiba-tiba beberapa akhwat 2014 masuk ke ruangan dengan membawakan permen lolipop yang dibalut pita cantik. Hal serupa juga dilakukan akhwat dan ikhwan angkatan 2011-2012 yang membawakan sebuah bunga mawar Tak kalah seru, dari angkatan 2013 menampilkan pembacaan puisi dan video inspiratif buatan Ukh Dedew. Dari angkatan agak “sepuh” juga ikut unjuk aksi menyanyikan beberapa buah lagu yang diwakili oleh Akh Budi dan Akh Anton.
Sesi Kritik dan Saran acara mubes kemudian diisi oleh Akh Taat Setyabudi selaku ketua jamaish di dua periode sebelumnya (2013). Akh Taat menjelaskan tentang “ritme dakwah”. Bahwa untuk menjaga konsistensi dalam berdakwah itu harus mempertahankan ritme. Jangan terlalu menggebu-gebu di awal yang pada akhirnya justru melempem di tengah atau di akhir karena energi sudah terlampau habis. Harus seimbang. Setiap orang punya porsi yang sama. Perhatikan ritme, perhitungkan momentum yang tepat.
Kesan dan pesan disampaikan pula dari peserta magang angkatan 2014 yang diwakili oleh Akh Cholid dan Ukh Kifti. Bermula dari Ukh Kifti yang memaparkan curahan hatinya tentang pertemuannya dengan Mbak-Mbak Jamaish (Ukh Rita, Ukh Hikmah, dll) yang membuatnya memutuskan ikut magang jamaish. Tak pernah terbesit di dalam pikirannya bahwa ketika menginjakkan kaki di kampus, ia akan bergabung dengan lembaga dakwah kampus, awalnya. Hingga suatu pertemuan yang membuatnya berubah pikiran. Ketika dalam perjalanan pulang, Ukh Kifti bertemu dengan Ukh Rita, ia tak hanya menyapa Kifti tetapi juga mengantarkannya pulang ke kos. Tak hanya itu, Kifti bercerita bahwa sewaktu tes kesehatan ia ditemani dengan Ukh Hikmah yang setia menungguinya hingga berjam-jam lamanya. Kenangan tersebut menorehkan kesan yang mengharu biru bagi Kifti. Pada akhirnya Kifti memutuskan untuk bergabung dengan Jama’ah Al Islah. Begitu juga dengan Akh Cholid.
At the least, hari itu adalah sebuah kenangan tak terlupakan sebagai awal kapal jamaish yang baru untuk berlayar. Berawal dari kebersamaan di hari itu. Benih-benih rasa persaudaraan yang sering kita sebut “ukhuwah” yang mulai muncul di hari itu. Kita selalu berharap bahwa ukhuwah dan keberlangsungan dakwah ini tidak akan pupus. Selalu terjaga semangatnya dari awal hingga akhir. Jargon “Bersama Kita Keluarga” menjadi penguat bahwa Jamaish ini bukan hanya sebuah organisasi professional semata yag mana bertindak berdasarkan kepentingan. Kita keluarga disini. So, tidak ada yang pergi dari hati, tidak ada yang hilang dari kenangan. Keluarga selamanya menjadi keluarga, ukhuwah yang berujung reuni di SurgaNya.

Senin, 26 Januari 2015

Apa Arti Ukhuwah?



Apa arti ukhuwah?
Sebuah kata manis dalam perjalanan aktifis dakwah
Ikatan yang mengatasnamakan persaudaraan dalam agama
Jalinan hati dan jiwa yang berpadu dalam naungan cintaNya

Akan tetapi benarkah ukhuwah kita telah menumbuhkan cinta karenaNya?
Atau malah baru manis terucap namun gersang di hati dan justru melukai?
Benar kata Ustadz Sallim A. Fillah, bahwa ukhuwah tak perlu dirisaukan
Sungguh memang tak perlu!

Sayangnya, lembaga dakwah ini bukan kumpulan malaikat
Akuilah kita manusia biasa yang baru belajar menyempurnakan cinta
Ego, rasa sentimen masih menjadi penyakit lazim di pundak punggawanya
Tak terkecuali aku, mungkin pula dia dan mereka

Adakalanya banyak hak saudara kita yang tak tertunaikan
Tanpa sadar kesibukan diri menumbuhkan rasa tidak peduli
Meski urung ingin berbuat demikian, realita mengungkap fakta pembenaran
Tak ayal teori ukhuwah di setiap kajian pun surut terlupakan

Kita sama-sama tahu apa yang Baginda Rasul ajarkan
Menjadi hamba-hamba Allah yang bersaudara
Seharusnya, tetapi sayangnya isi hati itu misteri
Prasangka tak bisa berdiri sendiri tanpa ada saling menasihati

Ketika hati di titik futur, ukhuwah bisa saja meluntur
Sadarilah bahwa saudaramu tak selamanya bisa berbaik sangka
Bahkan hanya untuk menanamkan rasa percaya
Apalagi cinta

Saat itu mengapa kau tak tergerak untuk menyapa, menasihati, menegurnya
Mungkin ia haus siraman rohani dan butuh uluran tanganmu tanpa kau tahu
karena menyimpan luka seorang diri itu menyakitkan
Apalagi berjarak dengan saudara itu lebih sakit daripada rasa dendam terhadap musuh

Ukhuwah tak pernah pilih kasih, kan?  karena yang kupelajari dari Sang Rasul
Bahwa beliau selalu membuat setiap orang yang disisinya merasa istimewa, siapapun!
Tak pernah ada yang merasa terasingkan, diabaikan atau tidak dihargai
Bahkan untuk seorang Julaibib, yang keberadaannya di kalangan sahabat Nabi antara ada dan tiada
Rasulullah menegaskan bahwa Julaibib adalah bagian dari dirinya

Maka, ya ukhti akhi...
ambilah kesempatan untuk perbaikan selagi ada, selagi mampu
Rengkuh saudaramu, saling menjaga dan menasihati dalam kebaikan
Dalam dekapan ukhuwah, nilai saudara seiman itu mahal harganya
Dan kita selalu merindu untuk merasakan nikmat persaudaraan.



Kalasan, 26 Januari 2015
Masih BELAJAR merajut ukhuwah.
Yang ingin menggapai Surga bersamamu,
Hanifah Khoiriyyah Huda


Laman