|
Ketua Panitia
|
Zonif Fatahillah
|
Muh. Harjuna K
|
|
Sekretaris&Bendahara
|
Kiftiyaningsih
|
Nunik Novery
|
|
SieAcara
|
RiandaUsmi
Rini Arofah
Dhuwik Afriliani
Wicka Nur Ngafifah
Cholid Nasrullah
SiskaWidya Ningrum
Yuliana Nur Latifah
|
Dewisuci T.
|
|
SieOutbond
|
Ichsan Budi
Fakhrudin
Erlin Nur Afiah
Erli Kurniati
Alfiani
Lestari
Anissa Eka Pratiwi
Toifah
|
Hanifah Khoiriyyah H.
|
|
SieHumas
|
Farizal Farliandi
Afif Fuad Humam
Ridhotun Rohmah
Lisa
Dwi Nurhayati
Yeni Khoirunissa
Wika Rintan Saputri
|
Suratman
|
|
SieKonsumsi
|
Hilda Nurdiyah Ronifia
Dwi Harmini
Ryanto
Kiki
Setiyorini
Fania
Tri Cahyati
Asmida Wati
|
Puspita Indah Lestari
Permata Sejuk Kehati
|
|
SiePerkap
|
Imam Rezkiyanto
Deni Widiatmoko
Ahmad
Widodo
Elga Safitri
Lailatul Hikmah
Novan Yulianto
|
Syukur
|
|
Sie
PDD
|
Fatkhurohmah
Farah
Desy
Annisa
A. Nurhayati
Wiwik Halifah
Hertin Eka Rahmawati
|
Muh. AbdulRouf
|
Home
Posts filed under kaderisasi
Tampilkan postingan dengan label kaderisasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kaderisasi. Tampilkan semua postingan
Minggu, 30 Agustus 2015
Susunan Panitia SMILE 2015
Minggu, 02 Agustus 2015
Kaderisasi
Karya yang paling monumental
adalah kader. Begitu suatu organisasi telah mencetak kader yang siap meneruskan
garis perjuangan para pendahulu, itulah karya monumental. Kader dengan
sendirinya menjadi monumen hidup, yang siap mencetak karya berikutnya dan kader
berikutnya. Sepanjang sejarah perjuangan, bertebaranlah kemilau karya dari para
kader yang terus berbuat, terus bergerak, terus berkontribusi di tengah
masyarakat.
Salah seorang sahabat Nabi, Umar bin Khattab ketika
ditanya apa obsesinya? beliau menjawab, ”Aku sangat ingin rumah ini dipenuhi
oleh kader sekualitas Abu Ubaidah Al Jarrah”. Luar biasa obsesi Umar. Obsesi
tentang kader yang handal, kader yang berkualitas, namun juga kader yang
banyak.
Ingin berkarya mencetak kader dakwah di FIS UNY? Let's
join bidang kaderisasi UKMF Jm Al-Ishlah. Dibidang yg merupakan jantungnya
organisasi ini akan membuat kita banyak belajar mengukir karya yang paling
monumental : Kader dakwah. Bahwa yg namanya karya terbaik itu adalah ketika
mampu menjadi perantara kebaikan bagi orang lain, menjadi sebaik-baik orang yg
bermanfaat utk org lain, menjadi perantara hidayah. Selamat berjuang, selalu
berkarya mengukir peradaban dgn mencetak kader-kader dakwah di kampus merah.
Siapa aja nih, kader-kader terbaik punggawa jamaish sekarang?
check this out...
1.
Kadept :
Ali Arif (P.
Geografi)
2.
Koakh :
Yuni Dewi Lestari (P.IPS)
3.
Staff Ahli:
a. Afif
Fuad H (P.
Sejarah)
b. Zonif
Fatahillah (PKnH)
c. Ryanda
(PknH)
d. Imam
Rosyadi (P
Geo)
e. Erlin
Nur Afiah (P.
Geografi/ )
f. Hilda
Nurdiyah Ronifa (P.
Geografi/)
g. Kiftiyaningsih (PKnH/ )
h. Febriana
Tutut A. K.. (Ilmu
Komunikasi/ )
Sabtu, 08 Juni 2013
UKMF JM AL ISHLAH: MENGUKIR UKHUWAH DIATAS AWAN
Menyusuri jalan gejayan, kemudian jalan solo, sampai di perempatan prambanan tample ambil arah selatan. Terus berkelok-kelok khas jalan pegunungan mengikuti petunjuk arah candi boko, di persimpangan jalan ambil arah berlawanan petunjuk terahir ke candi boko. Kira-kira 800 m diatas permukaan laut. Memandang kota jogja dari atas dengan leluasa. Melihat keanggunan merbabu dan kegagahan merapi, ya. Kebetulan waktu itu langit cerah, jadi semuanya bisa melihat kuasa tuhan yang maha dasyat. Sebenarnya dalam perjalanan terkuras habis emosi ini, jalan yang menanjak sejauh 100 m dengan kemiringan 30 derajat. Lumayan menguji mental dan mesin motor. Sampai atas bau gosong dari mesin khas karet yang terkena panas. Tapi, semuanya hilang seketika. Begitulah tuhan menjadikan manusia dalam senang dan waswas.
Masih harus berjalan menuju lokasi suplemen, menyusuri reruntuhan bangunan candi. Jadi serasa di film apa ya? Pokoknya seperti didunia zaman dulu, peninggalan kejayaan masa lalu yang kini tidak kuasa sedikitpun mengatur kami, orang-orang dari masa depan. Teringat siklus peradaban ibnu khaldun, tumbuh, berkembang dan layu.
Seperti biasa, acara pertama adalah pembukaan. Sedikit pengantar dari ketua departemen kaderisasi sebagai penyelenggara acara diaatas awan. Kemudian sesi game mencari pazel; hore, peserta dibagi menjadi 5 kelompok, tekniknya berhitung ala pembagian kelompok diruang kuliah. Setelah kelompok terbentuk, maka penentuan keberangkatan. Ini tekhnik ala rasulullah, Rasul Allah selalu mendahulukan orang-orang yang mempunyai prestasi ibadah yang baik. Misalkan diperang badar rasululah memindahkan bendera muslimin dari sahabat yang hafalan al-qurannya sedikit kepada yang lebih banyak.
Jelaslah yang maju duluan kelompoknya para masyaekh Jamasih, yaitu kelompok satu. Disana ada mas’ul, ketua kepartemen Syiar, sudah deh, tapi tetap semangat.
Dipost pertama peserta membuat menara yang tinggi, kemudian dipost yang kedua peserta memecahkan sandi untuk mendapatkan petunjuk pazel di post terakhir.
Ngomong-ngomong tentang pazel nih. Ketua departemen kaderisasi menjelaskan. Pecahan pazel adalah pribadi yang terhimpun dalam wadah yang namanya FIS UNY, nah kita sebagai manusia diperintahkan untuk menjadi pemimpin dimuka bumi ini. Artinya menjaga karunia tuhan ya. Maka perlu usaha yang ekstra untuk mewujudkannya. Kata kuncinya, ukhuah itu perlu usaha, harmoni itu adalah hasil kerja, dan rasa cinta itu adalah tumpukan bangunan yang indah.
Kita tidak layak meminta keindahan persaudaraan atau ukhuah tapi kita diwajibkan untuk membangunya.
Selesai menyelesaikan pazel. Istirahat sejenak dan tiba waktu dhuhur, sholat dilanjutkan makan secara jamaah dan ini bagian terpenting, saling menasehati. Sore menjelang. Kabut halus perlahan menyelimuti peserta.
Dan kabur………,
Kembali ke kampus ditemani hujan. Bersama-sama di guyur hujan.
Sempurna
Langganan:
Postingan (Atom)
