Kamis, 19 Maret 2015

Raker UKMF Jm Al Ishlah 2015



Ahad (15/3) lalu Pengurus Unit Kegiatan Mahasiswa Fakultas Jamaah Al Ishlah Fakultas Ilmu Sosial Universitas NegeriYogyakarta  atau UKMF JM Al Ishlah FIS UNY telah melaksanakan rapat kerja atau raker. Raker merupakan agenda wajib yang diadakan di setiap organisasi seperti UKMF JM Al Ishlah ini.Hal ini dikarenakan kegiatan raker ini mengagendakan pemaparan rancangan dan waktu pelaksanaan program kerja yang digunakan untuk acuan Pengurus UKMF JM Al Ishlah selama satu periode kepengurusan kedepan.
Rapat kerja Pengurus UKMF JM Al Ishlah tahun ini dilaksanakan di Monumen Pancasila,Condong Catur, Sleman, Yogyakarta. Rangkaian acara yang dipandu oleh Mas’ul UKMF JM Al Ishlah yakni Akhi Ardiantoro dimulai sejak pukul  )9.30 WIB. Peserta raker Pengurus UKMF JM Al Ishlah yakni seluruh Pengurus UKMF JM Al Ishlah 2015 dan juga pihak MPO selaku peninjau.
Mas’ul UKMF JM Al Ishlah 2015 mendapatkan kesempatan pertama untuk memaparkan rancangan program kerja, dilanjutkan dengan mas’ulahnya. Selanjutnya, setiap Kepala Departemen atau Koordinator Akhwat mempresentasikan program kerja dan rancangan waktu pelaksanaan.
Evaluasi rancangan program kerja dilakukan seusai semua Pengurus Inti dan Pengurus Harian atau Pi-Ph mempresentasikan semua program kerjanya. Hal ini dimaksudkan untuk memberikan saran, kritikan atau memperjelas program kerja yang dilakukan setiap departemen. Selain itu, pada kesempatan evaluasi ini pengurus mencocokkan rancangan waktu pelaksanaan program kerja satu departemen dengan departemen yang lain agar saat berjalannya program kerja tersebut tidak berbenturan dan dapat terlaksana tepat waktu sesuai yang telah dihimbau oleh pihak dekanat.
“Jamaish 2015, semoga selalu kompak, semangat, saling menguatkan .Tetaplah selalu indah di biru maupun mendungnya langit. Agar indahmu menghidupkan senyum menentramkan hati banyak orang karena ridho Allah ta’ala.” Harapan Ukh Izzah dari Jurusan Pendidikan Geografi 2011 usai raker lalu.
Rencananya raker ini dilaksanakan satu hari saja, tetapi dikarenakan banyak program kerja yang harus dibahas membuat waktu yang dianggarkan tidak cukup. Sehingga rapat kerja harus dipending dan disambung dalam rapat Pi-Ph.

Minggu, 08 Maret 2015

UPGRADING AL-ISHLAH 2015 : Generasi Firdaus





Kampus pendidikan Universitas Negeri Yogyakarta, yang dulu dikenal dengan IKIP Karang Malang, memiliki suatu bangunan unik. Letaknya tepat di depan rektorat. Layaknya monumen, bangunan ini berdiri tegak menengadah ke atas, besar, kokoh dan penuh wibawa. Tingginya kira-kira 30 meter , terdiri dari tiga tiang penopang. Bak mercusuar di tengah kota.  Bagian dasar berwarna merah, tengah berwarna putih dan bagian atas berwarna merah pula. Warna merah seolah ingin menunjukkan semangat perjuangan yang tak akan pernah padam, dan warna putih sebagai lambang kesucian, niat yang dipenuhi ketulusan dan keikhlasan. Yang tidak kalah menarik adalah bentuk mangkuk pada bagian atas, gambaran bahwa ia adalah gudang penyimpanan sekaligus  tempat produksi, sang penyuplai kebutuhan yang ada disekitarnya. Ia adalah gudang solusi. Dimana semua tersimpan rapi di dalamnya, siap diambil dan digunakan kapan saja dibutuhkan. Sedang pada kakinya terdapat kolam yang memancarkan air pada waktu-waktu tertentu. Indah, sejuk dan damai ketika di sekitarnya. Angin berhembus setiap saat. Berbagai pepohonan tumbuh tinggi, hijau nan rimbun. Burung-burung beterbangan, kupu-kupu berhinggapan  dan bunga-bunga yang terjajar rapi menambah syahdu suasana pagi itu.
            Bismillah, sabtu 7 Maret 2015 menjadi hari pertama upgrading UKMf JM Al Ishlah. Pukul sembilan pagi para peserta dikumpulkan tepat di timur air mancur depan hall Rektorat UNY. Hari itu dibersamai oleh akh Dadan Solahudin selaku DPO yang menjadi pantia pelaksanaan upgrading. ‘’Generasi Firdaus” menjadi tema acara kali ini. Setelah diberikan pengarahan,lalu peserta disuruh untuk menuju ruang Cut Nyak Dien yang berada di fakultas Ilmu Sosial. Disana mereka mendapat materi dari sesepuh yang juga merupakan mantan ketua JM Al Ishlah tahun kepengurusan 2011-2012, akh Rakhyan Risnu Sasongko. Pokok materi yang disampaikan adalah pengertian dakwah ,pentingnya kaderisasi, syiar , porsi dakwah setiap departemen dan identitas lembaga yang menjadi ciri khas dan pembeda dengan lembaga lain.
Tiba waktu dzuhur materi selesei, kemudian peserta disilahkan istirahat, sholat, makan dan kemudian melaksankan misi selanjutnya. Misi yang kedua ini cukup panjang dan melelahkan karena peserta yang di bagi dalam departemen harus menempuh jarak yang rumayan jauh dan tempat yang berbeda-beda. Mereka  harus menemui orang-orang yang namanya tertulis dalam surat misi yang diberikan. Dari orang itulah mereka akan mendapatkan materi selanjutnya sesuai dengan karakteristik departemen masing-masing. Pukul satu siang, dengan dibekali sekotak kue oleh panitia, masing-masing departemen memulai perjalanannya. Diringi dengan mendung yang cukup mencekam dan rintikan gerimis, mereka melangkah. Misi ini harus selesei jam setengah lima dan mereka harus sudah kembali berada di kampus untuk kumpul kembali di belakang Mosium Pendidikan Indonesia (MPI).
Waktu yang disepakati telah tiba. Awan tak henti-hentinya menumpahkan air langit. Tapi semangat untuk mengikuti rangkaian acara tidak tergoyahkan. Banyak yang datang tergopoh-gopoh dengan kondisi basah karena tidak mengenakan mantel dalam perjalanan. “Ah dasar kalian sulit di ajak tertib, suruh bawa mantel aja pada gakbawa”, gumam dalam hati. Hawa dingin menyelimuti MPI, waktu kian sore dan kian gelap. Sayup-sayup terdengan suara tilawah. Beberapa peserta membaca Al Quran dengan sisa cahaya yang ada. Mereka mencoba untuk menyeleseikan targetan yang belum terseleseikan. Beberapa saat setelah peserta kumpul semua. Panitia membagikan  bubur kacang hijau untuk mengusir hawa dingin.
Azan magrib telah berkumandang, saatnya sholat. Acara ditutup dengan pemberian tugas, bahwa malam ini peserta yang terbagi dalam departemen, harus menginap dan tidur ditempat yang sama entah dikos atau ditempat yang lain. Khusus ikhwan dengan ikhwan, akhwat dengan akhwat. Hal ini bertujuan untuk membangun kedekatan dan untuk saling mengenal satu dengan yang lain. Karena belum bisa dikatakan saudara jika masing-masing belum mengenal, belum pernah tidur bersama, belum pernah makan bersama,dan belum pernah melakukan penjalanan jauh bersama. Dan esok hari mereka harus sudah kumpul di SMA-SMK Sulaiman. Pemberangkatan juga dibebankan pada masing-masing dpartemen.
Pukul sembilan pagi peserta berkumpul di mushola Fis, untuk berangkat bersama. Sesampainya di lokasi mereka disambut oleh panitia. Forum grub diskusi menjadi salah satu acara yang menarik pada hari kedua. Selain mereka diajak untuk mengupas permasalahan, kelebihan dan kekurangan kepengurusan tahun lalu, mereka juga diajak untuk mencari solusi atas permasalahan yang tersebut. Sehingga masalah-masalah itu tidak terulang. Selain itu mereka juga dibekali langkah-langkah untuk menyusun program kerja. Fgd selesei dilanjutkan sholat zuhur. Setelah itu mereka diajak masuk kelas, dikelas ada sedikit materi yang mungkin ini merupakan testimoni dan penyemangat yang diberikan oleh akh Ali selaku kepala departemen kaderisasi dan akh Ardiantoro selaku mas’ul kepengurusan 2014-2015.  Pukul 13.00 siang makan bersama dan acara ditutup dengan upacara penutupan. Mas’ul Al Islah 2013-2014, akh Yusuf Malik CH bertindak selaku pemimpin upacara. Taujih yang disampaikan adalah dakwah merupakan kerja-kerja pribadi yang dilakukan secara bersama-sama, Amal Jama’i. Sengga masing-masing harus selalu bersiap dan mempersiapkan diri. Tidak boleh saling mendahului, semua harus berjalan bersama-sama. Yang dibelakan harus ditunggu. Dan yang di depan tidak boleh meninggalkan yang dibelakang. Siang itu cuaca tidak begitu panas awan mendung menaungi langit Sleman tapi tidak hujan. Alhamdulillah acara upgrading JM Al Ishlah 2015 berjalan dengan lancar.
            Unit Kegiatan Mahasiswa Fakultas Jamaah Al Ishlah merupakan lembaga kerohanian islam di fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Yogyakarta. Dakwah kampus menjadi kegiatan utamanya. Membentuk atsmofir positif dan menebar kebaikan adalah kegitan kesehariannya. Tidak dipungkiri bahwa mahasiswa merupakan pemilik sah masa depan yang kelak menempati posisi-posisi strategis baik di pemerintahan, birokrasi maupun struktur sosial dalam masyarakat. Apa yang akan menjadi dasar kebijakan mereka nanti sangat dipengaruhi oleh idealisme apa yang mereka anut selama di kampus. Kerenanya keberadaan dakwah kampus sangat penting menjadi lembaga pencetak kader yang bukan saja mahir dalam bidang agama tetapi juga mahir dalam bidang keilmuan dan kepakaran menurut spesialisasi masing-masing jurusan/bidang. Karenanya keberadaan Al Ishlah sangatlah strategis dalam menyiapkan kader-kader masa depan. Tanggung jawab telah disematkan, ilmu agama menjadi bidang kajian, dipelajari, diamalkan dan disebarluaskan adalah kewajiban. Semoga saja yang demikian ini akan selalu tumbuh dan berkembang layaknya bangunan yang ada di depan rektoran UNY, tumbuh semakin kokoh, semakin besar, kuat, berwibawa dan semakin tinggi demi tercapainya peradaban yang islami. Ya, demikianlah mercusuar peradaban berkembang, Al Ishlah untuk Fis, untuk Uny, untuk Indonesia dan untuk masa depan yang lebih islami.
Selamat untuk semua peserta upgrading, keluarga baru, komunitas baru dan belajar hal-hal yang mungkin juga baru.  Selamat menempuh jalan dakwah. Diatas rajutan ukhuah kalian dipertemukan dan disatu tujuan “LILLAH”, kalian di persatukan. Semoga dengan datang dan bergabungnya punggawa baru, sumberdaya manusia baru, aktivis baru, tenaga baru, pemikir baru. Al Ishlah kedepan akan semakin berkembang menjadi mencusuar yang benar-benar mercusuar peradaban. Pencetak kader/agen yang menjadi lentera penerang di manapun kelak kalian berada. Tumbuh menjadi aktivis yang bernafaskan islam, dan berdasarkan syariat islam disetiap keputasan. Selamat belajar dan selamat menempuh jalan dakwah wahai generasi firdaus.
Salam cinta dan salam ukhuah dari kampus merah, Fis, UNY.
Oleh : Media Jamaish 2015










Jumat, 13 Februari 2015

Valentine dan Hijab Perspektif Moral


Valentine dan Hijab Perspektif Moral

            Valentine Day, kata yang tak asing dan terdengar kian santer pada akhir-akhir ini. Tanggal 14 Februari ditetapkan sebagai hari puncak perayaan kasih sayang. Kasih sayang, kasih sayang, dan kasih sayang. Kata yang dielu-elukan sepanjang hari. Pada hari tersebut orang diperboleh bahkan di anjurkan untuk menunjukkan kasih sayangnya. Apa saja boleh dilakukan yang penting dapat menyenangkan dan memanjakan pasangan.
            Hari valentine menjadi fenomena di Indonesia yang hampir sudah membudaya dikalangan anak muda. Kita ketahui bersama, hari valentine seolah hari besar yang dinanti kedatangannya karena menurut mereka yang merayakannya, hari itu adalah hari pembuktian kasih sayang diantara mereka. Keberadaannya secara tidak langsung telah diterima oleh masyarakat, terbukti dengan banyaknya masyarakat, khususnya anak muda, yang ikut merayakan. Namun hal yang sangat disayangkan adalah penerimaan dan perayaan hari valentine ini hanya sekedar ikut-ikutan dan tidak dibarengi dengan ilmu tentang asal-usul dan seluk-beluknya. Dari mana asalnya,  apa yang menjadi latar belakangnya, misi apa yang dibawanya, apa akibat dari perayaan hari tersebut, dan sebagainya. Pertanyaan-pertanyaan mendasar seperti ini sangatlah penting sebagai upaya klarifikasi sebelum kita benar-benar menerimanya. Mungkin tidak berlebihan, bagaimana bisa kita menerima sesuatu yang hal itu tak pernah kita kenal, tak pernah kita tahu asal-usulnya dan tak pernah kita tahu akibat yang akan ditimbulkannya, karena amal tanpa ilmu bisa saja membuat kita menuju pada lubang kebinasan.
Cinta dan kasih sayang, adalah fitrah yang diberikan Allah SWT dalam hati ciptaannya. Sang Pemberi cinta pun tak pernah melarang para kaumnya untuk mencintai sesama. Rasa cinta tak pernah salah, namun mereka (sang pecintalah) yang terkadang salah dalam penerapannya. Cinta dan kasih sayang yang utama adalah pada seorang hamba terhadap Tuhannya, umat terhadap Nabinya. Kasih sayang, suami terhadap istrinya, orang tua pada anaknya, kakek-nenek pada cucunya atau adik pada kakaknya, keluarga terhadap tetangganya, dan kasih sayang lain yang menjadi fitrah dalam diri manusia. Kasih sayang itulah yang tumbuh bersemi dalam setiap hembusan nafas, setiap jam, menit bahkan detik. Bukan cinta dan kasih sayang yang tercurah pada tanggal 14 Februari saja.
           Namun yang terjadi sekarang adalah sebaliknya, valentine dirayakan sebagai hari kasih sayang oleh pasangan muda-mudi yang belum ada ikatan pernikahan bahkan melanda kalangan pelajar SMP-SMA. Unsur kasih sayang yang biasa tumbuh dalam keluarga justru malah tidak tampak sama sekali. Momen ini dimanfaatkan oleh pasangan muda –mudi untuk berfoya-foya, memanjakan pasangan tanpa batas, menomor satukan kenikmatan dan mengabaikan segala nilai dan moral yang ada.  Ini menjadi ketakutan kita bersama, ditengah kemerosotan moral dan karakter yang sedang melanda, kini ditambah dengan adanya valentine day. Rusaknya generasi diawali dengan rusaknya moral dan karakter. Bukankah sering kita bicarakannya? Indonesia adalah negara ketimuran, yang menganut dan menjunjung adat  budaya ketimuran, budaya keislaman. Budaya yang bermoral, beradab, berkarakter, kebebasan yang bertanggung jawab. Bukan kebebasan yang tanpa batas.
            Seiring dengan semakin menggejalanya valentine day, banyak organisasi atau komunitas yang berupaya untuk meluruskannya. Ini bukan upaya makar dan sebagainya. Tetapi ini adalah bentuk kepedulian, kecintaan dan kasih sayang yang sebenar-benarnya dan sesungguh-sungguhnya. Kecintaan pada generasi penerus dan pelurus. Dibuktikan dengan upaya-upaya untuk mengajak generasi muda menunjukkan kasih sayang dan merayakan kasih sayang dengan cara yang baik dan benar sesuai dengan budaya, adab, moral dan karakter ketimuran, sesuai dengan ajaran dan syariat islam.
Hijab day adalah salah satunya. Islam datang sebagai solusi dan petunjuk bagi para generasi muda yang selalu diharap-harapkan sebagai generasi penerus bangsa. Hijab day adalah gerakan untuk mengajak umat islam khususnya yang perempuan untuk menutup aurot . Begitu juga bagi yang laki-laki untuk menyuarakan gerakan menutup aurot. Karena laki-laki juga punya hak untuk tidak melihat aurot wanita. Allah SWT telah memerintahkan kita untuk berhijab secara jelas dalam Al Qur’an pada surat Al Ahzab ayat 59; yang berbunyi “ Wahai Nabi katakanlah kepada istri-istri, anak-anak perempuan dan istri-istri orang mukmin. Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka. Yang demikian itu supaya mereka mudah dikenali, oleh sebab itu mereka tidak diganggu. Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.”
Ada kebebasan interaksi antara laki-laki dan perempuan, tetapi  tetap pada batas-batas tertentu. Batas yang akan menjadi penjaga kehormatan baik bagi lelaki maupun perempuan. Karena tidak dipungkiri jika interaksi antara keduanya yang tidak dibatasi akan lebih banyak menimbulkan mudharad daripada kebaikan. Selain itu perempuan juga diwajibkan untuk menutup seluruh aurotnya dari ujung kepala hingga ujung kaki. Yang boleh terlihat oleh lawan jenis hanya wajah dan telapak tangan. Bagaimana dengan yang laki-laki? Laki-laki juga harus menutup aurotnya dari pusar hingga lutut.
Gerakan menutup aurot adalah solusi, untuk melindungi dan mempertahankan moral bagi generasi muda. Sedang hijab adalah batas yang akan menjaga interaksi diantara mereka. Adanya jarak atau pembatas ketika berada dalam satu ruangan maupun luar ruangan, dilarang untuk saling memandang antara lelaki dan perempuan, dilarang untuk berduaan dan sebagainya. Hal ini akan meminimalisir timbulnya rasa dan keinginan yang tidak baik. Sehingga kecenderungan untuk menjadi manusia yang bermoral dan berkarakter sesuai dengan kebudayaan ketimuran dan kebudayaan islam akan semakin kental. Bukankah pendidiakan moral, pendidikan karakter sedang digalakkan keberadaanya di negeri ini? Lalu apa lagi yang masih diragukan, mari kita sukseskan gerakan hijab, gerakan moral untuk membangun karakter bangsa. Menjadikan generasi muda yang bermoral, berkarakter, dan sholih-sholihah. Sekaligus kita selamatkan bangsa dari krisis moral yang sedang melanda.

#Media Al-Ishlah 2015

Minggu, 01 Februari 2015

Open Recruitment UKMF Jm Al-Ishlah 2015



بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ



Kamu (umat islam) adalah umat terbaik yang dilahirkan untuk manusia, (karena kamu) menyuruh (berbuat) yang makruf, dan mencegah dari yang mungkar, dan beriman kepada Allah. Sekiranya ahli Kitab beriman, tentulah itu lebih baik bagi mereka. Diantara mereka ada yang beriman, namun kebanyakan mereka adalah orang-orang yang fasik”
 (QS. Al-Imran : 110)


UKMF Jm Al-Ishlah proudly present....

"Open Recruitment UKMF Jm Al-Ishlah 2015"

Ayo Gabung dan rasakan manisnya ukhuwah serta perjuangan dalam berdakwah di kampus merah disini  bersama kami. Karena di UKMF Jm Al-Ishlah, Bersama Kita keluarga....

Mekanisme pendaftaran :

1. Mengisi Formulir
  a. Secara langsung
    Dimulai tanggal 9-14 Februari 2015. 
    Pengambilan formulir di sekretariatan UKMF Jm Al-Ishlah, Gedung PKM Lantai 2, FIS UNY
  b. Secara Online
   Dimulai tanggal 1-14 Februari 2015
   Formulir pendaftaran online bisa diunduh disini 
  Formulir yang telah terisi segera dikirim ke email: alishlah.family@gmail.com (Max pukul 21.00 WIB)
 
2. Wawancara
Dimulai tanggal 12-14 Februari 2015 pada pukul 09.00-17.00 WIB
di sekretariatan UKMF Jm Al-Ishlah, Gedung PKM Lantai 2, FIS UNY
3. Pengumuman
Tanggal 16 Februari 2015
Pengumuman via online melalui facebook Keluarga Ukmf Jm Al-Ishlah
Serta nanti akan ada pemberitahuan lebih lanjut untuk temu perdana
More Info hubungi:
085869455505 (Putra)
08975851335 (Putri)


بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

 السلام عليكم و رحمة الله و بركاته

  .::Oralit 2014(Open Recruitment LKI)::.
Rasakan manisnya ukhuwah…
dan tegakkan islam di jalan dakwah
LKI FKUB present…
Dapatkan formulirnya
@Musholla Nurusy Syifa (MNS)
@ruang LKI
@Musholla GPP
Pertambahan waktu
Wawancara gelombang pertama :
09 Jan – 10 Jan 2014 @MNS
Wawancara gelombang kedua :
OR dapat melalui via online @MNS
for further information :
ikhwan 085692210609
akhwat 085746413428
“Hai orang-orang yang beriman, jika kamu menolong (agama) Allah, niscaya Dia akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu” (QS.Muhammad: 7)
Mari bergabung bersama kami
LKI, the center of FKUB activity
-Dekat Bersahabat Bermanfaat-
Leave a Reply




- See more at: http://lki-fk.ub.ac.id/2013/12/oralit-2014open-recruitment-lki/#sthash.DMfsk69h.dpuf

Laman