Selasa, 24 Mei 2011

Perantau produktif............siapakah dia??

Tags

Oleh Wahyu Panca
Setiap kali aku pulang ke rumah, kurasakan semakin lama semakin sepi. Entah sebabnya apa, aku sendiri tidak benar-benar tahu. Bisa jadi karena banyaknya teman yang pernah ku miliki sudah tak lagi ada  di sana. Bisa jadi karena aku yang semakin eksklusif, terkena imbas pergaulan kota. Individualis. Atau jangan jangan memang semua orang desa kini tidak lagi mengharapkan kehadiranku. Mereka acuhkan aku. Tp sebenarnya aku punya rasa curiga yang sangat dalam. Mungkinkah ini disebabkan oleh rendahnya mental yang kumiliki. Di organisasi sejak SMP, SMA bahkan kini di kampus aku selalu menggebu-gebu untuk coba selalu menampilkan nuansa semangat dalam hari-hariku. Semagat juang yang tinggi. Semangat mengkader yang luas. Semangat menambah kapasitas diri yang tak surut. Bekerja tanpa perhitungan uang dan waktu, yang bisa kuberikan untuk jalan perubahan ini akan kuberikan, tanpa tawar menawar. Kalo hanya tak makan 2 hari, aku masih punya sekian lembar catatan kehidupan yang lebih kelam dari sekedar kekurangan makan. …… sampai saat ini aku masih tetap bingung, kira2 knapa ini bisa terjadi…… adakah kau tau kawan……??

3 tahun lalu aku punya ide gila…… mungkinkah kalo d kumpulkan para pemuda-pemudi yang merantau ke negeri orang untuk berkumpul, kemudian kita mendiskusikan tentang masa depan desa Sumbon….. tentang apapun itu…..
Aku turut malu, kontrakanku d berinama RANTAU JAYA, senada dengan kondisi riil d lapangan, jaya d negeri orang, mati d negeri sendiri…….

Orang pandai dan beradab tak kan diam di kampung halaman
Tinggalkan negerimu dan merantaulah ke negeri orang
Pergilah 'kan kau dapatkan pengganti dari kerabat dan teman
Berlelah-lelahlah, manisnya hidup terasa setelah lelah berjuang.

Aku melihat air yang diam menjadi rusak karena diam tertahan
Jika mengalir menjadi jernih jika tidak dia 'kan keruh menggenang
Singa tak kan pernah memangsa jika tak tinggalkan sarang
Anak panah jika tidak tinggalkan busur tak kan kena sasaran
Jika saja matahari di orbitnya tak bergerak dan terus diam
Tentu manusia bosan padanya dan enggan memandang
Rembulan jika terus-menerus purnama sepanjang zaman
Orang-orang tak kan menunggu saat munculnya datang

Biji emas bagai tanah biasa sebelum digali dari tambang
Setelah diolah dan ditambang manusia ramai memperebutkan
Kayu gahru tak ubahnya kayu biasa di dalam hutan
Jika dibawa ke kota berubah mahal jadi incaran hartawan

Tidak sedikit muda-mudi sumbon yang merantau…… tp berapa orangkah yang sudah menyumbangkan HASIL RANTAUANNYA…….??


EmoticonEmoticon

Laman