Minggu, 08 Maret 2015

UPGRADING AL-ISHLAH 2015 : Generasi Firdaus





Kampus pendidikan Universitas Negeri Yogyakarta, yang dulu dikenal dengan IKIP Karang Malang, memiliki suatu bangunan unik. Letaknya tepat di depan rektorat. Layaknya monumen, bangunan ini berdiri tegak menengadah ke atas, besar, kokoh dan penuh wibawa. Tingginya kira-kira 30 meter , terdiri dari tiga tiang penopang. Bak mercusuar di tengah kota.  Bagian dasar berwarna merah, tengah berwarna putih dan bagian atas berwarna merah pula. Warna merah seolah ingin menunjukkan semangat perjuangan yang tak akan pernah padam, dan warna putih sebagai lambang kesucian, niat yang dipenuhi ketulusan dan keikhlasan. Yang tidak kalah menarik adalah bentuk mangkuk pada bagian atas, gambaran bahwa ia adalah gudang penyimpanan sekaligus  tempat produksi, sang penyuplai kebutuhan yang ada disekitarnya. Ia adalah gudang solusi. Dimana semua tersimpan rapi di dalamnya, siap diambil dan digunakan kapan saja dibutuhkan. Sedang pada kakinya terdapat kolam yang memancarkan air pada waktu-waktu tertentu. Indah, sejuk dan damai ketika di sekitarnya. Angin berhembus setiap saat. Berbagai pepohonan tumbuh tinggi, hijau nan rimbun. Burung-burung beterbangan, kupu-kupu berhinggapan  dan bunga-bunga yang terjajar rapi menambah syahdu suasana pagi itu.
            Bismillah, sabtu 7 Maret 2015 menjadi hari pertama upgrading UKMf JM Al Ishlah. Pukul sembilan pagi para peserta dikumpulkan tepat di timur air mancur depan hall Rektorat UNY. Hari itu dibersamai oleh akh Dadan Solahudin selaku DPO yang menjadi pantia pelaksanaan upgrading. ‘’Generasi Firdaus” menjadi tema acara kali ini. Setelah diberikan pengarahan,lalu peserta disuruh untuk menuju ruang Cut Nyak Dien yang berada di fakultas Ilmu Sosial. Disana mereka mendapat materi dari sesepuh yang juga merupakan mantan ketua JM Al Ishlah tahun kepengurusan 2011-2012, akh Rakhyan Risnu Sasongko. Pokok materi yang disampaikan adalah pengertian dakwah ,pentingnya kaderisasi, syiar , porsi dakwah setiap departemen dan identitas lembaga yang menjadi ciri khas dan pembeda dengan lembaga lain.
Tiba waktu dzuhur materi selesei, kemudian peserta disilahkan istirahat, sholat, makan dan kemudian melaksankan misi selanjutnya. Misi yang kedua ini cukup panjang dan melelahkan karena peserta yang di bagi dalam departemen harus menempuh jarak yang rumayan jauh dan tempat yang berbeda-beda. Mereka  harus menemui orang-orang yang namanya tertulis dalam surat misi yang diberikan. Dari orang itulah mereka akan mendapatkan materi selanjutnya sesuai dengan karakteristik departemen masing-masing. Pukul satu siang, dengan dibekali sekotak kue oleh panitia, masing-masing departemen memulai perjalanannya. Diringi dengan mendung yang cukup mencekam dan rintikan gerimis, mereka melangkah. Misi ini harus selesei jam setengah lima dan mereka harus sudah kembali berada di kampus untuk kumpul kembali di belakang Mosium Pendidikan Indonesia (MPI).
Waktu yang disepakati telah tiba. Awan tak henti-hentinya menumpahkan air langit. Tapi semangat untuk mengikuti rangkaian acara tidak tergoyahkan. Banyak yang datang tergopoh-gopoh dengan kondisi basah karena tidak mengenakan mantel dalam perjalanan. “Ah dasar kalian sulit di ajak tertib, suruh bawa mantel aja pada gakbawa”, gumam dalam hati. Hawa dingin menyelimuti MPI, waktu kian sore dan kian gelap. Sayup-sayup terdengan suara tilawah. Beberapa peserta membaca Al Quran dengan sisa cahaya yang ada. Mereka mencoba untuk menyeleseikan targetan yang belum terseleseikan. Beberapa saat setelah peserta kumpul semua. Panitia membagikan  bubur kacang hijau untuk mengusir hawa dingin.
Azan magrib telah berkumandang, saatnya sholat. Acara ditutup dengan pemberian tugas, bahwa malam ini peserta yang terbagi dalam departemen, harus menginap dan tidur ditempat yang sama entah dikos atau ditempat yang lain. Khusus ikhwan dengan ikhwan, akhwat dengan akhwat. Hal ini bertujuan untuk membangun kedekatan dan untuk saling mengenal satu dengan yang lain. Karena belum bisa dikatakan saudara jika masing-masing belum mengenal, belum pernah tidur bersama, belum pernah makan bersama,dan belum pernah melakukan penjalanan jauh bersama. Dan esok hari mereka harus sudah kumpul di SMA-SMK Sulaiman. Pemberangkatan juga dibebankan pada masing-masing dpartemen.
Pukul sembilan pagi peserta berkumpul di mushola Fis, untuk berangkat bersama. Sesampainya di lokasi mereka disambut oleh panitia. Forum grub diskusi menjadi salah satu acara yang menarik pada hari kedua. Selain mereka diajak untuk mengupas permasalahan, kelebihan dan kekurangan kepengurusan tahun lalu, mereka juga diajak untuk mencari solusi atas permasalahan yang tersebut. Sehingga masalah-masalah itu tidak terulang. Selain itu mereka juga dibekali langkah-langkah untuk menyusun program kerja. Fgd selesei dilanjutkan sholat zuhur. Setelah itu mereka diajak masuk kelas, dikelas ada sedikit materi yang mungkin ini merupakan testimoni dan penyemangat yang diberikan oleh akh Ali selaku kepala departemen kaderisasi dan akh Ardiantoro selaku mas’ul kepengurusan 2014-2015.  Pukul 13.00 siang makan bersama dan acara ditutup dengan upacara penutupan. Mas’ul Al Islah 2013-2014, akh Yusuf Malik CH bertindak selaku pemimpin upacara. Taujih yang disampaikan adalah dakwah merupakan kerja-kerja pribadi yang dilakukan secara bersama-sama, Amal Jama’i. Sengga masing-masing harus selalu bersiap dan mempersiapkan diri. Tidak boleh saling mendahului, semua harus berjalan bersama-sama. Yang dibelakan harus ditunggu. Dan yang di depan tidak boleh meninggalkan yang dibelakang. Siang itu cuaca tidak begitu panas awan mendung menaungi langit Sleman tapi tidak hujan. Alhamdulillah acara upgrading JM Al Ishlah 2015 berjalan dengan lancar.
            Unit Kegiatan Mahasiswa Fakultas Jamaah Al Ishlah merupakan lembaga kerohanian islam di fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Yogyakarta. Dakwah kampus menjadi kegiatan utamanya. Membentuk atsmofir positif dan menebar kebaikan adalah kegitan kesehariannya. Tidak dipungkiri bahwa mahasiswa merupakan pemilik sah masa depan yang kelak menempati posisi-posisi strategis baik di pemerintahan, birokrasi maupun struktur sosial dalam masyarakat. Apa yang akan menjadi dasar kebijakan mereka nanti sangat dipengaruhi oleh idealisme apa yang mereka anut selama di kampus. Kerenanya keberadaan dakwah kampus sangat penting menjadi lembaga pencetak kader yang bukan saja mahir dalam bidang agama tetapi juga mahir dalam bidang keilmuan dan kepakaran menurut spesialisasi masing-masing jurusan/bidang. Karenanya keberadaan Al Ishlah sangatlah strategis dalam menyiapkan kader-kader masa depan. Tanggung jawab telah disematkan, ilmu agama menjadi bidang kajian, dipelajari, diamalkan dan disebarluaskan adalah kewajiban. Semoga saja yang demikian ini akan selalu tumbuh dan berkembang layaknya bangunan yang ada di depan rektoran UNY, tumbuh semakin kokoh, semakin besar, kuat, berwibawa dan semakin tinggi demi tercapainya peradaban yang islami. Ya, demikianlah mercusuar peradaban berkembang, Al Ishlah untuk Fis, untuk Uny, untuk Indonesia dan untuk masa depan yang lebih islami.
Selamat untuk semua peserta upgrading, keluarga baru, komunitas baru dan belajar hal-hal yang mungkin juga baru.  Selamat menempuh jalan dakwah. Diatas rajutan ukhuah kalian dipertemukan dan disatu tujuan “LILLAH”, kalian di persatukan. Semoga dengan datang dan bergabungnya punggawa baru, sumberdaya manusia baru, aktivis baru, tenaga baru, pemikir baru. Al Ishlah kedepan akan semakin berkembang menjadi mencusuar yang benar-benar mercusuar peradaban. Pencetak kader/agen yang menjadi lentera penerang di manapun kelak kalian berada. Tumbuh menjadi aktivis yang bernafaskan islam, dan berdasarkan syariat islam disetiap keputasan. Selamat belajar dan selamat menempuh jalan dakwah wahai generasi firdaus.
Salam cinta dan salam ukhuah dari kampus merah, Fis, UNY.
Oleh : Media Jamaish 2015











EmoticonEmoticon

Laman