Senin, 04 Oktober 2010

Syawalan Pembina UKMF JM Al-Ishlah

Tags



Ahad,  24 Syawal 1432 H (03 Oktober 2010)
Ketandan, Patalan, Jetis, Bantul  tepatnya di TK Islam Terpadu (Raudlatul Athfal), Sekolah milik salah seorang dosen Pendidikan Ekonomi UNY yang sekaligus Pembina UKMF JM Al-Ishlah 2010.
Sore itu menjadi sore yang menggembira-kan bagi kami, bagi saya ini kesempatan pertama bersilaturahim secara langsung dengan keluarga beliau, sudah hampir Sembilan bulan kepengurusan, Allah baru mengizinkan mendapatkan inspirasi dari keluarga hebat ini.
Jam satu siang kami berkumpul di secretariat, apakah benar tepat jam satu hanya kami tahu dan Allah yang Maha Tahu, yang jelas sekitar jam 15.- sore (ashar) di tempat beliau. Sembilan orang (termasuk P.Js Al-Ishlah 2010 - A’Rakhyan, A’Wira, A’Muarif, A’Yogo, U’Witantri, U’Asih, U’Pipin, U’Chika, U’Laras- ) dapat merasakan TK Islam yang sepertinya baru itu.
Hujan menyambut kedatangan kami, sambil berishtirahat menunggu hujan reda dengan menyantap beberapa jenis kue dan berbutir-butir buah jeruk. Obrolan pembukanya cukup aga-aga gimana begitu, kalau masalah IP sepertinya sensitive bagi para aktivis (mungkin), selain menanyakan nama dst, kami pun ditanya IPK satu persatu, alhamdulillah semuanya masih diatas tiga koma dan ada yang cumelude. Sekitar 15.30 kami pun dapat mendirikan (semoga) shalat ashar. Santapan soto khas bantul (sepertinya) menantang perut kami bagi yang merasakan dari pagi belum makan.
Obrolan pendidikan (akademis) menjadi hal yang paling menonjol, mulai dari perkuliahan, penelitian, kelanjutan study (beliau pun tinggal menyelesaikan tesis nya), sampai keterlibatan mahasiswa dalam aktifitas penelitian yang dilakukan dosen. Pesan yang ingin disampaikan jangan sampai aktivitas yang selama ini dilakukan oleh para aktivis melupakan aspek akademis nya, apalagi temen-temen rohis. Beliau juga berharap hal ini benar-benar diseriusi oleh temen-temen al-ishlah, sampai kalau perlu ada divisi khusus akademis. Ayah dari tiga putra (inysa allah yang satu semoga lahirnya selamat, amiin) ini meminta maaf kalau belum bisa optimal mendampingi temen-temen al-ishlah, karna factor kelanjutan study nya. (muarif)


EmoticonEmoticon

Laman